Nilai Matematika TKA Rendah, Pembelajaran di Sekolah Perlu Pembenahan

Nilai Matematika TKA Rendah, Pembelajaran di Sekolah Perlu Pembenahan

KOMPAS.com - Ketua Umum Organisasi Pendidikan Guru Matematika Nusantara, Moch. Fatkoer Rohman mengatakan, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang masih rendah, khususnya pada matematika, menunjukkan perlunya pembenahan pembelajaran di sekolah.

Menurut Fatkoer, rendahnya nilai matematika di TKA menunjukkan pola pembelajaran di sekolah masih belum menyentuh kemampuan berpikir siswa.

"Masih banyak pembelajaran yang hanya berisi rumus dan latihan soal berulang. Anak akhirnya terbiasa menghafal cara cepat, tetapi tidak benar-benar memahami konsep," kata Fatkoer dikutip dari keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).

Siswa kesulitan hadapi soal logika, analisis dan penalaran

Fatkoer mengatakan, kondisi ini membuat siswa kesulitan ketika menghadapi soal yang membutuhkan logika, analisis, dan penalaran. Padahal, kemampuan itulah yang diukur dalam TKA.

Ia kemudian mencontohkan, masih adanya siswa SMA yang mengandalkan hitungan jari untuk operasi dasar matematika.

Hal ini, kata Fatkoer, menjadi tanda bahwa persoalan pemahaman konsep sebenarnya sudah terjadi sejak jenjang awal dan terus terbawa hingga tingkat menengah.

"Kalau fondasi numerasinya tidak kuat sejak SD, dampaknya akan terus terbawa. Di SMA akhirnya siswa kesulitan memahami materi yang lebih kompleks," ujarnya.

Oleh karena itu, Fatkoer menegaskan, TKA seharusnya tidak direspons dengan memperbanyak metode drilling soal saja.

Tetapi siswa harus diajak berpikir, berdiskusi, mencoba, dan menemukan konsep dalam pembelajaran.

Ilustrasi: Siswa mengikuti Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SDN Ciujung, Bandung, Jawa Barat, Selasa (10/3/2026).

"TKA itu alat ukur, bukan tujuan akhir. Yang perlu dibenahi adalah proses pembelajarannya. Siswa harus diajak berpikir, berdiskusi, mencoba, dan menemukan konsep, bukan hanya menghafal jawaban," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP sederajat telah selesai digelar pada 30 April 2026.

Kini pada siswa SD kelas 6 dan SMP kelas 9 SMP sederajat hanya tinggal menunggu nilai TKA yang akan diumumkan pada 26 Mei mendatang.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Toni Toharudin mengatakan, hasil TKA sampai saat ini belum bisa dipastikan secara utuh.

"Hasil TKA SMP setelah pengolahan hasil di 26 Mei pengumumannya nanti," kata Toni di daerah Alam Sutra, Tangerang, Banten, Kamis (30/4/2026).

Kendati demikian, Toni membenarkan bahwa ia telah memperlihatkan sedikit hasil TKA jenjang SMP hari pertama dan kedua ke Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dan hasilnya memang tidak jauh dari nilai TKA SMA.

"Waktu itu memang saya dekat duduk dengan Pak Menteri memperlihatkan hari ke-1 dan ke-2 gambaran hasil TKA untuk SMP waktu itu dan untuk lebih jelasnya kami akan lakukan taklimat media," jelas dia.

Artikel terkait

Rekomendasi