PT Nindya Karya tengah melakukan percepatan dalam pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen untuk menyediakan akses pendidikan yang lebih merata dan bermutu bagi masyarakat setempat.
Proyek di Kabupaten Kediri tersebut merupakan bagian dari sembilan titik pembangunan Sekolah Rakyat yang digarap oleh PT Nindya Karya di wilayah Jawa Timur. Di tingkat nasional, perusahaan milik negara ini melaksanakan pembangunan Sekolah Rakyat secara serentak di empat provinsi berbeda.
Hingga saat ini, progres fisik dari pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri telah menyentuh angka 57% . Seperti dikutip dari Detik Finance, pengerjaan proyek ini sempat menghadapi kendala terkait keterbatasan armada dari pihak rekanan, terutama di tengah tingginya permintaan material untuk pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah.
Guna mengantisipasi hambatan tersebut dan memastikan keberlanjutan proyek, PT Nindya Karya mengambil langkah taktis dengan mengerahkan armada internal mereka. Perusahaan juga mengoptimalkan kerja sama dengan armada rekanan guna melakukan penjemputan material secara langsung ke lokasi pasokan.
Upaya ini dinilai menjadi bentuk implementasi nyata dari kolaborasi lintas pihak yang tidak sekadar berhenti pada tataran perencanaan, melainkan langsung diterapkan melalui tindakan konkret di area lapangan.
Project Director PT Nindya Karya, Bayu Apriyadi, memaparkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri menjadi medium untuk memberikan dampak konkret bagi sektor pendidikan di Indonesia melalui kemitraan yang kokoh antara pemerintah dan BUMN.
"Kami meyakini bahwa sinergi ini tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur, tetapi juga membuka akses pendidikan yang lebih luas dan merata bagi masyarakat. Kami terus memastikan pembangunan tetap berjalan sesuai target dan dapat segera dimanfaatkan oleh ribuan siswa yang membutuhkan," ujar Bayu Apriyadi dalam keterangan tertulis, Minggu (17/5/2026).
Kompleks Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri ini berdiri di atas lahan dengan luas mencapai 7,6 hektare dan memiliki kapasitas tampung untuk ribuan murid. Infrastruktur pendidikan ini nantinya akan dilengkapi dengan variasi fasilitas penunjang yang terintegrasi.
Beberapa fasilitas yang disiapkan meliputi hunian berupa rumah susun untuk guru, asrama bagi siswa, area kantin, serta gedung sekolah yang mencakup jenjang SD hingga SMA. Selain itu, terdapat pula fasilitas peribadatan seperti masjid dan gedung ibadah, serta bangunan gedung serbaguna.
Untuk menunjang aktivitas non-akademik, kawasan ini juga menyediakan area olahraga. Fasilitas olahraga yang akan tersedia di antaranya adalah lapangan basket, lapangan sepak bola, serta area yang dikhususkan sebagai lapangan upacara.
Keberadaan fasilitas ini dipandang sebagai wujud nyata dari kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara dalam merespons kebutuhan publik akan pemerataan pendidikan, khususnya di wilayah daerah.
Proyek tersebut tidak hanya bertujuan melahirkan infrastruktur fisik semata, namun juga diproyeksikan mampu membuka kesempatan yang lebih lebar bagi generasi muda untuk mendapatkan edukasi yang layak sekaligus mengerek kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Melalui semangat kemitraan yang kuat, PT Nindya Karya menyatakan optimisme mereka bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri ini dapat rampung sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh publik.
Pembangunan ini menjadi cerminan dari upaya menghadirkan kesetaraan akses pendidikan bagi anak-anak di seluruh penjuru Indonesia, melampaui esensi dari sekadar pembangunan bangunan fisik semata.