Otorita IKN Tekankan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Otorita IKN Tekankan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Otorita Ibu Kota Nusantara menekankan signifikansi pendidikan anak usia dini sebagai landasan utama dalam mengonstruksi karakter generasi masa depan bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia di Multifunction Hall, Kantor Bersama, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN pada Kamis, 21 Mei 2026.

Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengutarakan pandangannya mengenai esensi dari fase awal pendidikan tersebut bagi pembangunan nasional.

"Anak usia dini adalah fondasi dasar pembentukan karakter bangsa. Oleh sebab itu, pendidikan usia dini memiliki peranan yang sangat penting," ujar Alimuddin.

Alimuddin menilai guru TK mengemban misi strategis dalam melahirkan penerus bangsa yang genius, berkarakter, serta berakhlak mulia. Pihaknya mendorong peningkatan kualitas serta kesejahteraan tenaga pendidik melalui pemenuhan kompetensi akademik dan fasilitasi pendidikan lanjutan.

"Kami berharap seluruh guru TK terus meningkatkan kompetensi, disiplin, dan profesionalisme dalam mendidik generasi penerus bangsa. Mari kita terus bersinergi dan berkolaborasi membangun pendidikan anak usia dini yang sehat, aman, menyenangkan, dan berpusat pada kebutuhan anak," kata Alimuddin.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Penajam Paser Utara, Maya Murtiasih, menjelaskan peran historis organisasi dalam menyediakan layanan pendidikan berkualitas selama 76 tahun.

"Pendidikan TK bukan sekadar tahap awal, tetapi merupakan fondasi utama bagi keberhasilan pendidikan selanjutnya," ujar Maya Murtiasih.

Maya Murtiasih menambahkan bahwa guru taman kanak-kanak bertindak sebagai peletak dasar moralitas, kemandirian, dan kapabilitas fundamental anak sebelum melangkah ke jenjang sekolah berikutnya. Organisasi tersebut mengusung tema penguatan kesejahteraan guru dan mutu pendidikan demi menyokong program wajib belajar 13 tahun.

Artikel terkait

Rekomendasi