Restoran Pagi Sore PIK Minta Maaf Usai Tuduh Turis Belum Bayar

Restoran Pagi Sore PIK Minta Maaf Usai Tuduh Turis Belum Bayar

Manajemen Restoran Pagi Sore cabang Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara menyampaikan permohonan maaf setelah menuduh rombongan turis asal Malaysia meninggalkan restoran tanpa melunasi tagihan makanan. Insiden salah paham ini sempat memicu kegaduhan di media sosial.

Dilansir dari Suara, rombongan wisatawan asing tersebut sebelumnya dilaporkan belum membayar tagihan makanan senilai Rp907.500. Kesalahpahaman ini diselesaikan setelah pihak konsumen menunjukkan bukti transaksi pembayaran yang sah menggunakan kartu.

Kejadian tersebut pertama kali diungkapkan oleh salah satu turis Malaysia bernama Norain Yunus melalui akun Threads miliknya. Ia menjelaskan bahwa dirinya bersama lima orang rekan makan di restoran tersebut selepas tiba dari bandara udara.

"Setelah kami mencari di dalam tas, ketemu bukti pembayarannya. Bayangkan kalau kami membayar secara tunai dan bukti pembayarannya tidak ditemukan," tulis akun Threads Norain Yunus.

Pihak manajemen Restoran Pagi Sore cabang PIK kemudian memberikan klarifikasi serta menyampaikan permohonan maaf begitu kiriman bukti transaksi diterima. Manajemen restoran berdalih bahwa insiden tidak menyenangkan ini murni terjadi akibat adanya miskomunikasi antarpihak.

Meski proses klarifikasi dan permohonan maaf sudah dilakukan, kasus salah paham ini terlanjur memicu reaksi keras dari warganet Malaysia. Dampak dari peristiwa ini muncul seruan untuk memboikot RM Pagi Sore yang disuarakan oleh salah satu akun agen perjalanan asal Malaysia.

Restoran Pagi Sore sendiri merupakan bisnis kuliner Minang premium yang didirikan oleh H. Lismar dan H. Sabirin sejak tahun 1973 di Palembang. Seiring perkembangan usaha, generasi penerus pendiri memperluas jaringan bisnis hingga ke wilayah ibu kota Jakarta pada tahun 2006.

Artikel terkait

Rekomendasi