Palestina Desak Dunia Internasional Akui Peristiwa Nakba Sebagai Pembersihan Etnis

Palestina Desak Dunia Internasional Akui Peristiwa Nakba Sebagai Pembersihan Etnis

Pemerintah Palestina mendesak masyarakat internasional untuk secara resmi mengakui tragedi Nakba tahun 1948 sebagai tindakan pembersihan etnis pada peringatan ke-78 yang jatuh pada Jumat (15/5/2026). Seruan tersebut bertujuan agar dunia mengakui hak kemerdekaan dan hak kembali bagi para pengungsi ke tanah air mereka.

Pengakuan sejarah tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam memulihkan hak-hak masyarakat Palestina untuk menentukan nasib sendiri. Sebagaimana dilansir dari Kompas, otoritas di Ramallah mengingatkan bahwa praktik pengusiran sistematis oleh Israel masih terus berlangsung hingga saat ini melalui berbagai kebijakan militer dan ekspansi wilayah.

Kementerian Luar Negeri Palestina menegaskan bahwa Nakba bukanlah sekadar peristiwa masa lalu, melainkan sebuah proyek terencana yang merusak identitas bangsa. Hal ini disampaikan melalui pernyataan resmi yang menyoroti asal-usul krisis yang bermula dari deklarasi kekuatan kolonial di masa lalu.

"(Nakba) adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang tidak bisa dibantah, dijustifikasi, atau dipertahankan dengan alasan apa pun," tegas Kementerian Luar Negeri Palestina.

Lembaga tersebut menambahkan bahwa dampak dari pembersihan etnis tersebut diwujudkan melalui pengusiran paksa penduduk asli dari tanah mereka. Narasi ini diperkuat dengan fakta sejarah mengenai upaya penghapusan identitas Palestina demi kepentingan pemukim ilegal.

"Ini adalah proyek Zionis kolonial, direkayasa oleh kekuatan-kekuatan kolonial dan mewujud dalam Deklarasi Balfour dengan tujuan mengusir masyarakat Palestina dari tanahnya, menghapus identitas mereka, dan menggantikan mereka dengan pemukim (ilegal)," tulis Kementerian Luar Negeri Palestina.

Situasi saat ini di Jalur Gaza dan Tepi Barat dipandang sebagai kelanjutan dari tragedi tersebut. Data menunjukkan eskalasi kekerasan yang masif sejak tahun 2023, di mana jumlah korban jiwa terus meningkat seiring dengan serangan militer dan aktivitas pemukim ilegal di wilayah pendudukan.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melaporkan bahwa gempuran Israel telah mengakibatkan kematian sedikitnya 72.700 orang. Sementara itu, catatan Otoritas Palestina menunjukkan eskalasi di Tepi Barat sejak Oktober 2023 telah merenggut nyawa setidaknya 1.155 warga Palestina.

Artikel terkait

Rekomendasi