Umat Islam mengonfirmasi batas akhir pelaksanaan sahur menjelang hari Arafah dan bulan Ramadan melalui panduan Al-Qur'an serta jadwal imsak resmi yang diterbitkan otoritas keagamaan. Kepastian regulasi waktu ibadah tersebut mengemuka demi menghindari kekeliruan masyarakat antara waktu imsak dan terbitnya matahari.
Berdasarkan laporan haberler.com pada Selasa, 26 Mei 2026, istilah imsak secara bahasa berarti menahan atau mencegah diri. Secara garis besar dalam syariat Islam, makna tersebut merujuk pada aktivitas menjauhkan diri dari makan, minum, hubungan suami istri, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sidiq hingga waktu berbuka tiba.
Dalam kehidupan bermasyarakat, istilah imsak kerap diidentifikasikan sebagai momen dimulainya fajar sidiq yang menandakan awal mula ibadah puasa. Penentuan batas waktu untuk menyantap makanan sahur dan memulai puasa ini didasarkan secara mutlak pada teks suci Al-Qur'an.
"(Ramazan gecelerinde) şafağın aydınlığını gecenin karanlığından ayırt edinceye (tan yeri ağarıncaya/fecr-i sâdığa) kadar yiyin, için. Sonra da akşama kadar (yiyip içmeden, cinsel ilişkide bulunmadan) orucu tamamlayın." bunyi Quran Surah Al-Baqarah ayat 187.
Penetapan tanda imsak di dalam kalender merupakan representasi dari momen dimulainya ibadah puasa bagi kaum muslimin. Titik waktu tersebut sekaligus menandai berakhirnya waktu malam, habisnya masa salat Isya, serta masuknya tenggat pelaksanaan salat Subuh.
Kumandangnya azan Subuh pada bulan Ramadan disesuaikan secara langsung dengan mulainya waktu imsak tersebut. Oleh karena itu, umat Islam diwajibkan menyudahi aktivitas makan dan minum begitu azan mulai berkumandang, meskipun suapan yang sudah berada di dalam mulut masih diperbolehkan untuk ditelan.