Gus Ipul Pimpin Kepanitiaan Muktamar Ke-35 PBNU Agustus 2026

Gus Ipul Pimpin Kepanitiaan Muktamar Ke-35 PBNU Agustus 2026

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf, resmi ditunjuk sebagai Ketua Panitia Muktamar Ke-35 PBNU yang dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus 2026. Keputusan ini diambil melalui rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah di Jakarta.

Sebagaimana dilansir dari Nasional, penetapan jadwal dan struktur kepanitiaan merupakan hasil kolektif organisasi, bukan keputusan individu. PBNU menegaskan bahwa setiap pihak yang telah diberi mandat wajib menjalankan tugas sesuai hasil rapat pleno tersebut.

"Muktamar dilaksanakan pada bulan Agustus itu adalah keputusan. Bukan karangan orang-perorang tapi ini adalah keputusan (rapat gabungan)," kata Gus Ipul dalam siniar Gaspol Kompas.com, ditayangkan Kamis (7/5/2026).

Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, akan mengemban posisi Ketua Panitia Pelaksana atau Organizing Committee (OC) dengan didampingi oleh Amin Said Husni sebagai sekretaris. Sementara itu, posisi panitia pengarah atau Steering Committee (SC) dipercayakan kepada Katib Aam NU, Ahmad Said Asrori.

"Itu panitia inti yang ditugaskan untuk membentuk susunan kepanitiaan lengkap," ucap Gus Ipul, Sekretaris Jenderal PBNU.

Meskipun struktur inti telah terbentuk, terdapat sejumlah usulan teknis yang masih dalam tahap pembahasan internal organisasi. Salah satu poin yang sempat muncul ke permukaan adalah wacana pembentukan lembaga arbitrase untuk keperluan muktamar.

"Tapi saya nggak membahas ini lah ini masalah internal," ucap Gus Ipul, Sekretaris Jenderal PBNU.

Terkait kesiapan waktu, Gus Ipul menilai durasi dua bulan sudah mencukupi untuk melakukan koordinasi menyeluruh berdasarkan pengalaman penyelenggaraan sebelumnya. Fokus utama saat ini bergeser pada penentuan lokasi yang mampu menampung ribuan peserta dari seluruh penjuru daerah.

Sejumlah wilayah seperti Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Jakarta, dan Jawa Timur telah masuk dalam daftar usulan lokasi. Infrastruktur menjadi parameter krusial mengingat skala acara yang melibatkan massa dalam jumlah besar.

"Pertama tentu yang jadi ukuran adalah kesiapan infrastruktur. Karena kalau Muktamar ini ya bisa jadi 3.000 sampai 5.000 ya pesertanya itu," kata Gus Ipul, Sekretaris Jenderal PBNU.

Artikel terkait

Rekomendasi