Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) akan mengumumkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 secara serentak pada Senin, 25 Mei 2026 pukul 15.00 WIB. Peserta dapat mengakses pengumuman secara daring melalui portal resmi SNPMB serta 40 tautan mirror perguruan tinggi negeri (PTN) untuk mengantisipasi kepadatan server.
Ujian yang telah berlangsung pada 21 hingga 30 April 2026 tersebut menjadi penentu langkah calon mahasiswa menuju perguruan tinggi impian. Setelah melihat hasil seleksi, peserta diwajibkan mengunduh sertifikat nilai UTBK yang tersedia mulai 2 Juni sampai 31 Juli 2026. Dokumen ini berfungsi sebagai syarat daftar ulang bagi yang lolos atau untuk mendaftar jalur mandiri bagi yang belum berhasil.
Berdasarkan tren dari tahun sebelumnya, persaingan masuk sejumlah PTN diprediksi berlangsung sangat ketat dengan Universitas Indonesia (UI) sebagai kampus terfavorit. UI mencatatkan jumlah pendaftar tertinggi yang mencapai 111.206 orang pada SNBT 2025, disusul oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan 101.069 pendaftar dan Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan 111.206 pendaftar.
| Peringkat | Nama Perguruan Tinggi Negeri | Jumlah Pendaftar |
|---|---|---|
| 1 | Universitas Indonesia | 111.206 pendaftar |
| 2 | Universitas Sebelas Maret | 101.069 pendaftar |
| 3 | Universitas Gadjah Mada | 111.206 pendaftar |
| 4 | Universitas Diponegoro | 84.514 pendaftar |
| 5 | Universitas Padjadjaran | 84.390 pendaftar |
| 6 | Universitas Brawijaya | 79.985 pendaftar |
| 7 | Universitas Airlangga | 76.238 pendaftar |
| 8 | Universitas Negeri Surabaya | 66.670 pendaftar |
| 9 | Institut Pertanian Bogor | 64.035 pendaftar |
| 10 | Universitas Sumatera Utara | 62.905 pendaftar |
| 11 | Universitas Negeri Jakarta | 61.646 pendaftar |
Keketatan masuk ke UI diakui oleh pihak internal universitas yang melihat tingginya rasio perbandingan antara jumlah pendaftar dan kuota daya tampung. Direktur Program Pendidikan Vokasi UI Safrin Arifin menjelaskan sengitnya kompetisi pada program studi tertentu di lingkungan vokasi.
"Nah tingkat keketatan itu, kalau kita lihat terakhir ini, misalnya prodi bisnis kreatif itu, (Pendaftar) 6.000, padahal kita cuma terima 100-an (mahasiswa)," kata Safrin Arifin, Direktur Program Pendidikan Vokasi UI.
Selain program bisnis kreatif, Safrin Arifin menyebutkan bahwa beberapa prodi lain di vokasi yang memiliki tingkat keketatan tinggi meliputi Produksi Media, Pariwisata, Hospitality, dan Bisnis. Sementara itu, ketatnya persaingan juga terjadi pada jenjang Sarjana (S1) karena menjadi tujuan utama para lulusan sekolah menengah atas.
"Lulusan-lulusan SMA yang terbaik itu mendaftarnya ke kami (UI). Jadi yang mendaftarnya saja udah yang terbaik. Jadi misalnya kalau dari SMA itu ada ranking 1-100, 10 besar itu bertarung di kami (UI)," kata Heri Hermansyah, Rektor UI.
Kondisi ini berbeda dengan persaingan jenjang Magister (S2) yang dinilai lebih longgar karena tidak menjadi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat yang sebagian memilih bekerja atau menikah. Terlepas dari keketatan tersebut, Heri Hermansyah mengimbau para siswa agar tidak mengkhawatirkan masalah biaya kuliah.
"Tidak usah khawatir dengan biaya. Mereka yang terbaik otomatis beasiswa itu ngikutin," jelas Heri Hermansyah, Rektor UI.
Bagi peserta yang dinyatakan lulus UTBK-SNBT 2026, sistem akan menampilkan data lengkap seperti nomor peserta, nama, tanggal lahir, PTN penerima, serta program studi. Prosedur daftar ulang selanjutnya wajib dijalankan dengan mengikuti regulasi dan jadwal spesifik dari masing-masing kampus tujuan.