Tingkat keikutsertaan siswa dalam Tes Kemampuan Akademik 2026 tingkat SD dan SMP sederajat secara nasional berhasil menembus angka di atas 97 persen. Evaluasi berskala nasional tersebut dimanfaatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai basis data untuk memetakan kondisi mutu pendidikan di Indonesia.
Capaian dari asesmen yang melibatkan jutaan peserta didik ini dipaparkan dalam taklimat media di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, pada Selasa, 26 Mei 2026. Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa evaluasi ini dirancang bukan demi menciptakan kompetensi angka antardaerah, melainkan untuk memotret capaian akademik secara menyeluruh.
"Alhamdulillah pagi hari ini kita masih diberikan kesehatan untuk mengikuti taklimat media hasil Tes Kemampuan Akademik tahun 2026 jenjang SMP/MTs sederajat dan SD/MI sederajat," ujar Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Toni Toharudin.
Apresiasi besar diberikan oleh kementerian kepada seluruh pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, serta siswa yang mendukung kelancaran evaluasi nasional ini. Berdasarkan pencatatan lembaga, semangat kebersamaan terlihat dari tingginya angka partisipasi siswa di tingkat nasional.
"Ini menunjukkan adanya semangat bersama untuk membangun budaya evaluasi pendidikan yang lebih objektif, terukur, dan berorientasi pada perbaikan mutu pendidikan kita," kata Toni Toharudin.
Peta capaian yang dihasilkan dari evaluasi ini menjangkau tingkat provinsi, kabupaten, kota, hingga satuan pendidikan. Pihak kementerian mengingatkan agar hasil Tes Kemampuan Akademik tidak disalahgunakan sebagai instrumen untuk memberikan label negatif atau pemeringkatan sepihak terhadap sekolah dan wilayah tertentu.
"TKA ini adalah instrumen untuk memotret capaian akademik secara lebih komprehensif sehingga bisa menjadi bahan refleksi bersama dalam memperkuat kualitas pembelajaran di tanah air. Jadi bukan semata-mata soal kompetisi angka," jelas Toni Toharudin.
Penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih presisi ke depan akan didasarkan pada basis data besar yang dihasilkan dari pemetaan ini. Hasil sementara menunjukkan kemampuan literasi bahasa Indonesia para siswa jenjang SD dan SMP mencatatkan hasil yang relatif lebih baik dibandingkan pemahaman numerasi.
"Data capaian akademik yang terpetakan hingga tingkat provinsi, kabupaten/kota, satuan pendidikan, bahkan kategori kompetensi peserta didik akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih presisi dan berbasis evidence," ujarnya.
Kondisi capaian literasi yang lebih tinggi daripada numerasi menjadi sinyal penting bagi kementerian. Guru dan satuan pendidikan diharapkan dapat terus memperkuat kemampuan penalaran matematis dalam proses pembelajaran sehari-hari.
"Ini menjadi sinyal penting bahwa penguatan kemampuan berpikir logis, penalaran matematis, dan pemecahan masalah masih perlu terus diperkuat dalam proses pembelajaran sehari-hari di setiap satuan pendidikan," tutur Toni Toharudin.
Mengenai kendala di lapangan, sistem asesmen nasional tahun ini dinilai jauh lebih adaptif dalam memitigasi berbagai hambatan teknis selama ujian berlangsung. Pihak kementerian telah menyiapkan berbagai mekanisme pengawasan hingga jadwal susulan bagi peserta dengan kondisi khusus.
"Kami sudah menerapkan mekanisme pengawasan, verifikasi, pengacakan soal, hingga penyediaan jadwal susulan bagi peserta yang mengalami kendala teknis maupun kondisi khusus," katanya.
Seluruh hasil lengkap asesmen untuk tingkat SD dan SMP ini dipublikasikan secara resmi melalui situs Kemendikdasmen pada Selasa, 26 Mei 2026 mulai pukul 13.00 WIB. Dilansir dari Monitor Indonesia, kementerian kini juga tengah bersiap membuka pendaftaran Tes Kemampuan Akademik tingkat SMA sederajat pada 18 Agustus hingga 27 September 2026, dengan jadwal ujian pada 26 Oktober sampai 8 November 2026.
"Tentunya ada sejumlah penyesuaian yang disiapkan, mulai dari jadwal serempak antar zona waktu, pelaksanaan berbasis mata pelajaran, hingga penguatan pemanfaatan hasil TKA dalam jalur seleksi nasional berbasis prestasi," pungkas Toni Toharudin.