PPIH Pastikan Pasokan Konsumsi Jemaah Haji 2026 Terjamin di Armuzna

PPIH Pastikan Pasokan Konsumsi Jemaah Haji 2026 Terjamin di Armuzna

Pemerintah Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan distribusi logistik dan tambahan nutrisi bagi jemaah haji 1447 H/2026 M berjalan maksimal menjelang puncak ibadah di wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Strategi ini diterapkan untuk menjaga stamina jemaah selama menjalani rangkaian ibadah yang padat, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Rabu (13/5/2026).

Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, menjelaskan bahwa pengaturan asupan makanan dilakukan secara detail untuk memenuhi kebutuhan fisik para jemaah. Hal ini mencakup pemantauan nilai gizi serta variasi menu yang disediakan oleh pihak penyelenggara di lapangan.

"Penyusunan menu dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan gizi, variasi lauk, dan penyesuaian selera jemaah haji Indonesia," kata Indri Hapsari, Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi.

Layanan konsumsi di Arafah akan diawali dengan pembagian tiga botol air mineral saat kedatangan jemaah, diikuti pemberian makan penuh sebanyak lima kali selama wukuf pada 8 hingga 9 Dzulhijjah. Sebelum menuju Muzdalifah, para jemaah juga bakal menerima paket bekal tambahan sebagai sumber energi cadangan untuk perjalanan malam hari.

Penguatan logistik berlanjut di Mina pada 10 hingga 13 Dzulhijjah, di mana jemaah dijadwalkan menerima suplai makanan hingga sepuluh kali selama masa melontar jumrah. Selain nasi dan lauk, PPIH rutin memberikan tambahan nutrisi berupa susu serta buah-buahan segar demi memastikan jemaah tetap bugar.

Digitalisasi turut diterapkan dalam ekosistem katering tahun ini untuk memantau pergerakan makanan dari 51 dapur penyedia menuju 177 hotel secara langsung. Sistem ini memungkinkan petugas melakukan verifikasi data distribusi dan menangani kendala logistik dengan lebih presisi di setiap titik lokasi.

"Pada tahun ini pengelolaan data konsumsi mulai terintegrasi secara digital, mulai dari pencatatan distribusi, monitoring jumlah porsi, hingga verifikasi layanan," jelas Indri.

Data sistem cerdas menunjukkan sebanyak 1.193.534 boks makanan telah disalurkan kepada jemaah dari 527 kloter di Makkah tanpa hambatan berarti. Integrasi data ini diharapkan dapat mengantisipasi segala bentuk keterlambatan pengiriman porsi makanan di masa mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi