Pasukan Gabungan AS dan Nigeria Tembak Mati Komandan ISIS

Pasukan Gabungan AS dan Nigeria Tembak Mati Komandan ISIS

Operasi militer kompleks yang digelar oleh pasukan gabungan Amerika Serikat dan Angkatan Bersenjata Nigeria berhasil menewaskan Wakil Komandan ISIS global, Abu Bilal Al-Minuki, di wilayah Afrika pada Jumat (15/5/2026) malam waktu setempat, sebagaimana dilansir dari Kompas.

Kabar mengenai keberhasilan pelumpuhan petinggi kelompok teroris tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui media sosial Truth beberapa jam setelah dirinya tiba di Gedung Putih dari kunjungan kerja selama tiga hari di Beijing.

"Malam ini, atas arahan saya, pasukan Amerika yang gagah berani dan Angkatan Bersenjata Nigeria dengan sempurna melaksanakan misi yang direncanakan cermat dan sangat kompleks untuk melenyapkan teroris paling aktif di dunia dari medan perang," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Melalui pengumuman tersebut, Trump menegaskan bahwa operasi intelijen militer yang kuat menjadi kunci utama dalam melacak pergerakan target yang selama ini bersembunyi di daratan Afrika.

"Abu Bilal Al-Minuki, orang kedua dalam komando ISIS secara global, mengira dia bisa bersembunyi di Afrika, tetapi dia tidak tahu bahwa kami memiliki sumber yang terus memberi tahu kami tentang apa yang dia lakukan," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pascaoperasi ini, Trump menjamin masyarakat di Afrika tidak akan lagi menghadapi ancaman teror dari kelompok tersebut, sekaligus memastikan keamanan warga Amerika Serikat dari target operasi kelompok ekstremis.

Pemerintah Nigeria juga mendapatkan apresiasi langsung dari pihak Gedung Putih atas kerja sama taktis yang terjalin selama pelaksanaan misi berbahaya tersebut.

Wilayah Nigeria sendiri tercatat kerap mengalami ketidakstabilan keamanan akibat serangkaian aksi kekerasan yang dilancarkan oleh berbagai kelompok militan bersenjata, termasuk jaringan Boko Haram dan ISIS Afrika Barat.

Sebelum keberhasilan operasi ini tercapai, Trump pada November lalu sempat mengeluarkan peringatan keras untuk menghentikan bantuan dana serta mengancam akan menyerang Nigeria jika pemerintah setempat dinilai lambat dalam mengatasi aksi ekstremis terhadap warga Kristen.

Meskipun pengumuman resmi telah disampaikan oleh presiden, pihak Pentagon bersama Komando Afrika AS memilih untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut ketika dimintai keterangan mengenai detail operasi militer tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi