Pato Sayyaf Lulus Sarjana Fisika Undip pada Usia 18 Tahun

Pato Sayyaf Lulus Sarjana Fisika Undip pada Usia 18 Tahun

Pato Sayyaf berhasil menyelesaikan studi jenjang S1 pada Program Studi Fisika Universitas Diponegoro (Undip) dalam waktu 3 tahun 6 bulan 21 hari pada usia 18 tahun 3 bulan. Pemuda asal Sidoarjo tersebut dinobatkan sebagai wisudawan termuda dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,68.

Pencapaian akademis ini dilaporkan pada Selasa (5/5/2026) melalui situs resmi universitas, sebagaimana dilansir dari Edukasi. Pato menempuh masa studi yang relatif singkat untuk ukuran mahasiswa sebayanya yang umumnya baru memulai masa perkuliahan pada rentang usia tersebut.

Pato memberikan penegasan bahwa status sebagai lulusan paling muda merupakan hasil dari dukungan kolektif dari lingkungan sekitarnya selama menjalani masa perkuliahan di Semarang.

"Menjadi lulusan termuda bukan berarti paling pandai atau paling hebat. Ini hanya merupakan sebuah bonus dari perjalanan panjang dukungan dan doa orang tua, bimbingan para dosen, serta semangat dari teman-teman,” kata Pato.

Meskipun memiliki perbedaan usia yang cukup signifikan dengan rekan satu angkatannya, Pato tidak menganggap hal tersebut sebagai hambatan sosial. Ia justru termotivasi untuk membuktikan kualitas akademisnya di lingkungan kampus.

“Ternyata selisih usia yang jauh bukanlah sebuah halangan, justru saya merasa tertantang untuk bisa sejajar dengan mereka,” ungkap Pato.

Lulusan yang pernah menempuh pendidikan selama enam tahun di pondok pesantren ini sempat merasakan keraguan saat awal beradaptasi. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga fokus tanpa terpengaruh oleh standar pencapaian orang lain.

Pato juga memberikan apresiasi terhadap peran para pengajar di Universitas Diponegoro yang memberikan bimbingan moral di samping materi akademis.

“Tidak hanya memberikan teori tetapi juga membentuk karakter agar menjadi pribadi yang berintegritas,” ujar Pato.

Riwayat pendidikan Pato sempat menarik perhatian publik pada tahun 2016 ketika ia ingin mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat SD di usia 8 tahun. Keinginan tersebut awalnya terkendala izin operasional sekolah, sebelum akhirnya difasilitasi oleh DPRD Jawa Timur dan Dinas Pendidikan setempat.

Anggota DPRD Jatim dari Fraksi PDIP, Sri Untari, memberikan dukungan moral saat Pato akhirnya mendapatkan izin untuk menempuh ujian tersebut satu dekade lalu.

"Kabar membahagiakan ini semoga bisa menjadi pemacu semangat Patto untuk lebih rajin belajar dan sekolah sehingga kelak berguna bagi bangsa dan negara, Ingat pesan Bung Karno pernah berkata, gantungkan cita-citamu setinggi langit. Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang," ujar Sri Untari.

Artikel terkait

Rekomendasi