Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melaksanakan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama secara khusus bagi santri kelas akhir di Pesantren Bina Insan Mulia. Langkah strategis ini dilakukan untuk menyiapkan kader Nahdlatul Ulama agar mampu berkiprah di tingkat nasional hingga internasional, seperti dilansir dari Cahaya.
PD-PKPNU Angkatan ke-30 tersebut berlangsung selama tiga hari, 22-24 Mei 2026. Kegiatan bertempat di Gedung Serba Guna Pesantren Bina Insan Mulia 1 dan Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2.
Sebanyak 320 santri kelas 12 SMA, SMK, dan MA mengikuti agenda kaderisasi tersebut dengan penuh antusias.
Koordinator PD-PKPNU, H Amir Makruf menjelaskan, Bina Insan Mulia dipilih menjadi pesantren kedua pelaksanaan PD-PKPNU setelah Pesantren Lirboyo. Menurutnya, mayoritas lulusan pesantren tersebut akan melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
"Sebanyak 70 persen lulusan Bina Insan Mulia akan melanjutkan studi ke berbagai negara. Sesuai arahan pengasuh pesantren, mereka diharapkan langsung berkhidmah di PCINU di negara tujuan masing-masing," ujar Amir Makruf dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/5/2026).
Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH Imam Jazuli atau yang akrab disapa Kiai Imjaz mengatakan, alumni pesantren tersebut kini telah tersebar di 16 negara. Beberapa negara tujuan studi meliputi China, Rusia, Jepang, Mesir, Maroko, Jerman, Tunisia, Taiwan, Australia, Prancis, Singapura, Pakistan, Korea Selatan, Malaysia, Turkiye, Yordania, hingga Oman.
"Untuk lulusan tahun ini, sebanyak 70 persen akan meneruskan studi ke luar negeri. Supaya mereka bisa langsung ikut menggerakkan PCINU di berbagai belahan dunia sebagai motor dakwah Islam moderat, maka PD-PKPNU kali ini menjadi penting," jelas Kiai Imjaz.
Kiai Imjaz menambahkan, santri yang melanjutkan studi di perguruan tinggi dalam negeri juga perlu dibekali ideologi Aswaja An-Nahdliyah agar mampu menghadapi pengaruh radikalisme dan ideologi transnasional di kampus.
Pembekalan Ideologi dan Organisasi
Dalam agenda penutupan, Kiai Imjaz berpesan agar para peserta menjaga nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah melalui amaliyah, fikrah, harakah, dan siyasah sesuai ideologi NU. Agenda ini menghadirkan sejumlah instruktur nasional dan lokal, di antaranya H Amir Makruf, HA Hilman Umar Bashori, Muh Mahmudi Abduh, Muhammad Zimamul Adli, dan Masyhari. Para peserta mendapatkan materi ke-NU-an, wawasan ideologi global, hingga penguatan organisasi.
Muhammad Imam Hasanudin dari SMK Unggulan Bina Insan Mulia mengaku kegiatan tersebut membuka cakrawalanya tentang NU dan tantangan ideologi dunia.
"Selain mendapat sertifikat, saya mendapat pengalaman istimewa. Suasana interaktif terbangun selama tiga hari, pematerinya inspiratif, dan membuka hal baru bagi anak muda," katanya.
Emyr Zurafa Nurkahfi dari MA Unggulan Bertaraf Internasional Bina Insan Mulia juga menyampaikan hal senada.
"Materinya sangat relevan dengan tantangan zaman, dan yang paling berkesan adalah semangat persaudaraan antarpeserta dan instruktur," ujarnya.
Sementara Freyza Sophia Khoerunbisa dari SMA Unggulan Bertaraf Internasional Bina Insan Mulia 2 menyebut kegiatan tersebut semakin memotivasinya aktif di PCINU saat kuliah di luar negeri nanti.
"Alhamdulillah luar biasa, ini berkah bagi saya karena sekolah di SMAUBI Bina Insan Mulia," ungkapnya.
Pembukaan PD-PKPNU Angkatan ke-30 turut dihadiri sejumlah tokoh NU Jawa Barat, di antaranya KH Juhadi Muhammad dan KH Aziz Hakim Saeroji. Mereka berharap kaderisasi ini mampu melahirkan santri yang membawa wajah Islam moderat, toleran, dan rahmatan lil alamin di berbagai belahan dunia melalui gerakan Nahdlatul Ulama.