Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi menjadwalkan pelaksanaan Muktamar NU pada tanggal 1 sampai 5 Agustus 2026 mendatang. Keputusan mengenai waktu penyelenggaraan forum tertinggi organisasi tersebut diambil melalui pertemuan jajaran pimpinan tertinggi di Jakarta.
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memberikan konfirmasi mengenai penetapan jadwal tersebut saat ditemui di Gedung PBNU, Jakarta, pada Rabu (6/5/2026). Dilansir dari Detikcom, agenda besar ini dipastikan akan berlangsung jika tidak menemui kendala teknis dalam persiapannya.
"Insyaallah seperti itu (Muktamar 1-5 Agustus)," kata Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, saat ditemui di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Penentuan waktu Muktamar dilakukan pasca-pertemuan antara Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Pertemuan strategis tersebut difokuskan untuk membahas serangkaian persiapan organisasi, termasuk Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU.
Hingga saat ini, PBNU belum memberikan pengumuman resmi mengenai lokasi pasti pelaksanaan Muktamar. Namun, muncul usulan kuat agar kegiatan besar tersebut diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo yang berlokasi di Kediri, Jawa Timur.
Pihak pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo melalui KH Oing Abdul Muid Shoib menyatakan bahwa secara internal mereka belum melakukan pembahasan khusus mengenai wacana tersebut. Hal ini dikarenakan belum adanya surat atau permohonan resmi dari pihak PBNU terkait penunjukan tuan rumah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mengusulkan Lirboyo sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35. Namun sampai saat ini belum ada permintaan resmi, sehingga kami juga belum membahasnya secara khusus di internal," kata KH Oing Muid, Selasa (7/4/2026), dikutip detikjatim.
Kendati demikian, KH Oing menegaskan kesiapan institusinya apabila nantinya mendapatkan tugas dari organisasi. Ia menjelaskan bahwa sejarah panjang dan ikatan emosional antara Lirboyo dengan Nahdlatul Ulama menjadi dasar kesiapan tersebut.
"Melihat besarnya kecintaan para masyayikh Lirboyo terhadap Jam'iyah Nahdlatul Ulama, apabila nantinya benar-benar ditunjuk dan dipercayai, Insyaallah kami siap melaksanakan amanah tersebut," tukasnya.