PDI-P Sebut Rencana Safari Jokowi Berpotensi Ancam Pemerintahan Prabowo

PDI-P Sebut Rencana Safari Jokowi Berpotensi Ancam Pemerintahan Prabowo

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menilai rencana safari keliling Indonesia yang akan dilakukan mantan Presiden Joko Widodo setelah pulih sebagai bentuk ancaman terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara PDI-P Guntur Romli pada Senin, 18 Mei 2026, menanggapi kabar agenda kunjungan ke berbagai daerah oleh Presiden ke-7 RI tersebut, sebagaimana dilansir dari Kompas.

PDI-P melihat ada tiga poin utama dari rencana pergerakan Jokowi di masa pensiunnya. Guntur menjelaskan bahwa langkah tersebut membawa pesan politik tersendiri bagi kepemimpinan nasional yang baru dibentuk.

"Itu pesan untuk Presiden Prabowo Subianto sendiri. Bisa jadi pesan halus atau ancaman halus bahwa Jokowi itu akan terus menghimpun kekuatan untuk dirinya, untuk anaknya Gibran yang sekarang wapres (wakil presiden)," katanya, Senin (18/5/2026), dilaporkan jurnalis KompasTV, Putu dan Opal.

Pihak PDI-P menambahkan bahwa posisi Gibran Rakabuming selaku wakil presiden memiliki potensi besar untuk menggantikan posisi presiden jika terjadi dinamika tertentu dalam roda pemerintahan. Selain masalah stabilitas pemerintahan, safari ini dinilai memperlihatkan ambisi politik yang belum usai.

"Kedua, itu mempertegas Jokowi tidak bisa melepaskan syahwat politiknya," ucap Guntur.

Pengumpulan massa dan kekuatan politik tersebut dianalisis bertujuan untuk memperkokoh lingkaran terdekat, keluarga, serta dinasti politik Jokowi. Di sisi lain, rencana ini dinilai bertolak belakang dengan pernyataan yang pernah disampaikan Jokowi sebelum masa jabatannya berakhir.

"Dulu bilang kalau sudah tidak jadi presiden akan kembali ke Solo jadi warga biasa, tapi dia masih tinggi syahwat politiknya dengan keliling ke seluruh Indonesia," ucapnya.

Rencana perjalanan dinas nonformal ini pertama kali diungkapkan oleh Sekretariat Jenderal Projo. Berdasarkan keterangan pihak relawan, kondisi kesehatan mantan presiden tersebut kini sudah sangat membaik.

"Pak Jokowi mengatakan kondisi kesehatannya sudah pulih 99 persen dan rencananya bulan depan, bulan Juni, beliau sudah akan keliling Indonesia kembali untuk menyapa masyarakat," katanya, Rabu (13/5/2026), dipantau dari program Kompas Petang KompasTV.

Sekjen Projo Freddy Damanik membeberkan bahwa wilayah Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu kandidat kuat lokasi pertama yang bakal dikunjungi pada Juni 2026 mendatang. Kendati demikian, jadwal mendetail mengenai pergerakan tersebut masih digodok.

"Kita belum tahu persisnya tanggal berapa dan lokasinya juga, tapi memang sudah ada beberapa alternatif tempat," katanya, Minggu (17/5/2026), dipantau dari program sama.

Kunjungan ke wilayah NTT diprioritaskan karena adanya aspirasi langsung dari masyarakat setempat mengenai pengembangan sektor kelautan. Freddy menegaskan tujuan jangka panjang dari perjalanan ini adalah untuk memelihara hubungan emosional dengan publik.

"Agenda besarnya, visi besarnya tentu kontinuitas emosional, kedekatan emosional kepada rakyat," ucapnya.

Ikatan emosional dinilai memiliki pengaruh yang jauh lebih masif dalam lanskap politik nasional jika dibandingkan dengan struktur jabatan formal apa pun. Karakter blusukan yang melekat pada Jokowi juga dianggap menjadi pemantik utama untuk merawat basis dukungan dari para relawan setianya.

Artikel terkait

Rekomendasi