Pelantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru memicu perhatian publik. Pengangkatan resmi yang berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026 ini ramai disorot akibat latar belakangnya.
Masyarakat mempertanyakan rekam jejak Nanik yang dinilai tidak bersinggungan langsung dengan bidang gizi maupun kesehatan. Dilansir dari Suara, posisi barunya tersebut menggantikan pejabat sebelumnya, Dadan Hindayana.
Selain masalah kompetensi bidang, keterlibatan Nanik dalam lingkaran kasus berita bohong yang menjerat aktivis Ratna Sarumpaet pada tahun 2018 kembali menjadi perbincangan hangat netizen.
Kasus hukum yang melibatkan Ratna Sarumpaet sempat menjadi salah satu drama hukum paling menyita perhatian publik di Indonesia. Kejadian ini bermula pada September 2018 saat foto wajah lebam Ratna beredar luas.
Narasi yang tersebar di media sosial kala itu mengklaim bahwa lebam tersebut terjadi akibat penganiayaan oleh sekelompok orang di Bandung. Konten tersebut menjadi viral dan sempat dibenarkan sejumlah tokoh politik.
Namun, penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa cerita penganiayaan itu merupakan hoaks belaka. Dalam proses hukum tersebut, Nanik S Deyang turut diperiksa oleh pihak kepolisian sebagai saksi.
Peran Informasi dalam Badan Pemenangan Nasional
Pada masa itu, Nanik menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Sementara itu, Ratna merupakan salah satu anggota di dalam tim kampanye tersebut.
Kedudukan strategis ini membuat Nanik menjadi salah satu figur awal di lingkaran politik yang berinteraksi langsung dengan isu penganiayaan. Ia berperan meneruskan cerita fiktif tersebut langsung kepada Prabowo.
Berdasarkan hasil penyelidikan, Nanik mengaku mendengar pengakuan sepihak dari Ratna mengenai pemukulan di Bandung. Pihak BPN yang menerima laporan kemudian menggelar konferensi pers untuk mendesak pengusutan kasus.
Penyelidikan Polda Metro Jaya dan Fakta Medis
Setelah kebohongan terungkap, Nanik dipanggil oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami asal-usul foto lebam dan penyebaran narasi yang memicu keonaran.
Polisi menemukan fakta bahwa Ratna tidak pernah dirawat di 23 rumah sakit ataupun melapor ke 28 polsek di Bandung sejak 28 September hingga 2 Oktober 2018. Ratna bahkan tidak berada di Bandung saat tanggal kejadian.
Hasil pelacakan menunjukkan Ratna justru mendatangi Rumah Sakit Bina Estetika Menteng, Jakarta Pusat, pada 21 September 2018 untuk operasi plastik. Bukti transaksi rekening dari Ratna ke pihak rumah sakit juga ditemukan polisi.
Ratna akhirnya mengakui kebohongannya pada 3 Oktober 2018 demi menyembunyikan prosedur operasi plastik dari keluarganya. Dampak dari skandal tersebut, Ratna dipecat dari tim kampanye dan ditahan di Bandara Soekarno-Hatta saat hendak terbang ke Chile.