Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas 4.920 lulusan SMK untuk bekerja dan magang di luar negeri di Islamic Center Surabaya pada Rabu (20/5/2026).
Program penempatan kerja internasional ini memproyeksikan pengiriman 3.186 orang peserta magang dan 1.734 pekerja migran ke berbagai negara tujuan. Sektor penempatan meliputi bidang hospitality, kesehatan, manufaktur, perkapalan, teknologi, perhotelan, konstruksi, logistik, hingga pertanian modern.
Kabupaten Tulungagung tercatat sebagai daerah penyumbang peserta terbanyak dengan total 1.628 orang, disusul Kabupaten Trenggalek sebanyak 141 orang, dan Kabupaten Pacitan sebanyak 21 orang.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa kolaborasi pendidikan kejuruan negeri dan swasta terus diperkuat demi memperluas jejaring ketenagakerjaan internasional.
“Konektivitas yang sudah terbangun menjadi bagian penting untuk terus diluaskan. Ini menjadi ikhtiar bersama agar lulusan SMK Jawa Timur mampu menjawab kebutuhan dunia industri global,” ujar Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.
Khofifah menambahkan bahwa kualitas lulusan dari wilayahnya kini telah diakui oleh pasar internasional sebagai penyuplai tenaga kerja siap pakai.
“Ini menunjukkan bahwa SMK di Jawa Timur tidak hanya mencetak lulusan siap kerja di dalam negeri, tetapi juga menjadi penyuplai talenta vokasi untuk pasar kerja internasional,” kata Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.
Mantan menteri sosial tersebut juga mengingatkan para alumni untuk menjaga integritas bangsa sekaligus menyerap ilmu pengetahuan selama bekerja di negara tujuan.
"Selain bawa rezeki, bawa pulang ilmunya karena kalian pahlawan devisa serta jaga nama baik Bangsa Indonesia," pesan Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.
Lebih lanjut, Khofifah menekankan komitmen Pemprov Jatim dalam menyelaraskan kurikulum sekolah kejuruan agar sesuai dengan tuntutan industri dunia.
"Kita ingin generasi muda Jawa Timur tidak sekadar pencari kerja, tetapi menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu menciptakan nilai tambah, memperluas jejaring dan membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat serta bangsa Indonesia," tutur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.
Khofifah juga menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran pendidik yang berhasil membentuk mentalitas siap saing global pada para siswa.
"Kepala sekolah dan guru telah menyiapkan murid yang _go global_ dengan tetap menjadi figur yang menjaga nama bangsa Indonesia di kancah global," ungkap Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.
Ia juga menegaskan pentingnya pemenuhan kompetensi linguistik bagi seluruh kandidat sesuai dengan negara tempat mereka ditempatkan.
"Yang ke Turki harus fasih bahasa Inggris, yang ke Korea Selatan harus menguasai bahasa Korea, yang ke Jepang bahasa Jepang. Begitu juga yang ke Arab Saudi and Uni Emirat Arab harus fasih bahasa Arab," jelas Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.
Ia merinci bahwa negara tujuan penempatan mencakup Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Australia, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Bulgaria, hingga Thailand.
“SMK negeri maupun swasta di Jawa Timur ini menjadi bagian penting untuk membangun koneksitas ruang kerja di berbagai negara. Ada Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Jerman, Arab Saudi, Uni Emirat Arab hingga Turki,” kata Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyatakan bahwa potensi serapan tenaga kerja di level internasional masih terbuka bagi lulusan yang kompeten.
“Kepercayaan dunia industri internasional harus dijaga dan tunjukkan lulusan SMK bisa dan hebat,” tandas Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Aries menyatakan kebanggaannya atas pemerataan kualitas pendidikan kejuruan di wilayah Jawa Timur yang mampu menembus pasar global.
"Ini menjadi kebanggan dan pahlawan negara karena sebaran di berbagai wilayah di Jatim merata dan itu bukti nyata kualitas pendidikan yang diinisiasi Pemprov Jatim berkualitas dan bermutu," kata Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Aries menambahkan bahwa para lulusan dibekali penguasaan teknologi mutakhir termasuk kecerdasan buatan sebelum diberangkatkan ke negara tujuan seperti Jepang.
"Anak-anak kita ternyata tidak kalah kompetitif dengan tenaga kerja luar negeri lainnya. Mereka juga sudah memahami teknologi AI," ujarnya Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Seorang peserta asal SMK Pelayaran Kristen Tuban, Galang Andi Utomo, membagikan pengalamannya mengikuti persiapan intensif selama 3,5 bulan untuk sektor caregiver di Jepang.
"Persiapannya saya sudah ikut LPK sekitar 3,5 bulan. Kami belajar huruf Jepang, kosakata, cara menulis kanji, sampai teknik pengelasan," ujar Galang Andi Utomo, Peserta Program.
Persiapan serupa dialami Dwi Sarah Alfitri, lulusan SMKN 1 Batu yang mengambil program magang perhotelan di Turki melalui seleksi fisik dan bahasa.
"Kami sudah melewati asesmen fisik seperti sit up, push up, dan lari. Minggu depan mulai kursus bahasa Inggris selama lima bulan dan semuanya gratis," tutur Dwi Sarah Alfitri, Peserta Program.
Sementara itu, Rizki Tegar Saputra yang memilih bidang keperawatan lansia di Kanagawa mengungkapkan alasannya menekuni profesi tersebut.
"Di LKP diajari caregiver dari awal dan praktik di panti lansia. Saya sebenarnya minat di pertanian, tapi caregiver membuat saya lebih sering berkomunikasi sehingga kemampuan bahasa Jepang lebih cepat meningkat," ujar Rizki Tegar Saputra, Peserta Program.
Motivasi ekonomi juga mendasari Desy Novianti, lulusan SMK PGRI 1 Mejayan yang akan bekerja di perusahaan pengolahan makanan bento di Kyoto.
"Belajar bahasa Jepang sudah sejak kelas 3 dan sekarang sudah N4. Saya ingin mengubah ekonomi keluarga dan mencari pengalaman," kata Desy Novianti, Peserta Program.
Persiapan kompetensi industri spesifik juga ditekankan oleh Andini Candra Ningtyas, alumni SMKN 2 Jombang yang memilih penempatan di Malaysia.
"Kami dibantu bahasa Inggris dan persiapan wawancara sebelum berangkat. Di sini juga diajari kuliner, HACCP, sertifikat higienitas hingga penjualan," ungkap Andini Candra Ningtyas, Peserta Program.
Sebelumnya pada Kamis (14/5/2026), Gubernur Khofifah juga telah melakukan pelepasan bagi 1.790 siswa SMK dari wilayah koordinasi Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan bertempat di SMKS Sore Tulungagung.