Pemerintah Indonesia secara resmi memperkenalkan logo dan tema untuk peringatan Tahun Baru Imlek Nasional 2577 Kongzili yang jatuh pada tahun 2026. Peluncuran atribut resmi bertajuk "Harmoni Imlek Nusantara" ini dilakukan pada 28 Januari 2026 sebagai bagian dari persiapan perayaan nasional.
Dilansir dari Caritahu, penetapan tema tersebut mengusung semangat inklusivitas, toleransi, serta persatuan dalam keberagaman budaya bangsa. Langkah ini mempertegas posisi perayaan Imlek sebagai bagian integral dari identitas kebangsaan Indonesia.
Tema "Harmoni Imlek Nusantara" dipilih untuk menonjolkan proses akulturasi antara tradisi Tionghoa dengan kekayaan kebudayaan lokal. Konsep ini mencerminkan komitmen negara dalam memperkuat tali persaudaraan serta menghargai filosofi Bhinneka Tunggal Ika.
Desain logo Imlek Nasional 2026 menampilkan visual yang cukup unik karena mengombinasikan elemen tradisional Jawa dengan simbolisme Tionghoa. Bentuk utamanya menyerupai figur kuda lumping yang sedang melompat sebagai representasi energi dan langkah maju.
Warna merah yang menjadi identitas klasik Imlek dipadukan dengan warna putih dari Sang Saka Merah Putih dalam logo tersebut. Perpaduan ini melambangkan keberanian, semangat, sekaligus rasa nasionalisme yang mendalam.
Detail Ornamen pada Logo
Terdapat beberapa komponen kunci yang menyusun logo tersebut, antara lain:
- Simbol api pada bagian kuda yang melambangkan kekuatan serta energi positif untuk menghadapi tantangan.
- Motif banji yang mewakili kesinambungan hidup dan kebahagiaan dalam aspek spiritual maupun material.
- Ornamen bunga batik dan pucuk rebung sebagai simbol kemajuan bangsa yang tetap berpijak pada akar budaya luhur.
- Cincin pada kaki kuda yang menandakan bahwa kekuatan besar harus dikelola dengan etika dan kesadaran kolektif.
Secara visual, logo ini dirancang dengan pendekatan yang lebih humanis dan bermartabat. Tujuannya adalah untuk memancarkan optimisme sekaligus memberikan penghormatan terhadap keragaman suku dan agama di tanah air.
Rangkaian Perayaan Imlek 2026
Acara peluncuran yang berlangsung di Auditorium Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Jakarta Pusat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Tercatat nama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar yang bertindak sebagai Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026.
Selain itu, hadir pula Ketua Dewan Penasihat Marie Elka Pangestu, Wakil Ketua Umum Panitia Veronica Tan, serta Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari. Mereka menekankan bahwa festival ini dirancang untuk mengayomi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Identitas visual ini akan digunakan dalam seluruh rangkaian festival yang dijadwalkan berlangsung mulai 17 Februari hingga 3 Maret 2026. Agenda perayaan nantinya akan mengintegrasikan berbagai elemen seni tradisional dengan kreativitas modern.
Masyarakat dapat menantikan pertunjukan seni, pameran kuliner Nusantara dan Tionghoa, serta berbagai program ekonomi kreatif. Festival ini bersifat terbuka bagi publik untuk merayakan kebersamaan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan utama Indonesia.