Akademisi Indonesia Diduga Palsukan Identitas dan Data Riset di Denmark

Akademisi Indonesia Diduga Palsukan Identitas dan Data Riset di Denmark

Sejumlah oknum akademisi asal Indonesia kedapatan melakukan aksi pemalsuan identitas serta fabrikasi data riset berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam konferensi ilmiah bergengsi ISPPD 2026 di Kopenhagen, Denmark, yang diungkap pada Rabu, 27 Mei 2026.

Aksi kecurangan dalam forum ilmiah para ahli pneumonia lintas dunia tersebut dibongkar oleh dosen Universitas Udayana, Ida Bagus Mandhara Brasika, bersama mahasiswa S3 University of Oxford, Wa Ode Dwi Daningrat, dilansir dari Medcom.

Ida Bagus Mandhara Brasika dan Wa Ode Dwi Daningrat membeberkan modus operandi para pelaku melalui akun Instagram pribadi mereka masing-masing, yaitu @mandharabrasika dan @w.o.d.d.

"Kabar buruk akademisi Indonesia," tulis Ida Bagus Mandhara Brasika dalam akun Instagram @mandharabrasika dikutip Rabu, 27 Mei 2026.

Para pelaku mengelabui jalannya presentasi dengan berganti-ganti nama memakai modal bertukar jilbab serta kartu pengenal, lalu berpindah antar-stasiun presentasi dalam waktu singkat.

"Bukan hanya identitas, risetnya pun palsu. Dibuat dengan AI atau fabrikasi data. Risetnya dibuat terlihat sangat hebat. Padahal, risetnya tidak pernah ada. Datanya palsu di-generate AI, gambar dan tulisannya juga," beber Ida Bagus Mandhara Brasika.

Kecurigaan muncul akibat klaim lokasi penelitian yang tidak masuk akal mencakup wilayah global seperti Peru, Ethiopia, Lebanon, hingga India tanpa kolaborator lokal, ditambah kesimpulan yang sama persis untuk dua topik berbeda.

Dugaan manipulasi karya tidak otentik dengan afiliasi lembaga fiktif bernama "AI-BioMedicine Research Group" ini akhirnya terbongkar setelah peserta lain asal Indonesia melaporkan temuan tersebut kepada panitia penyelenggara.

Artikel terkait

Rekomendasi