Komisi Margasatwa Pennsylvania Pasang Cincin Pelacak Empat Anak Elang Peregrine

Komisi Margasatwa Pennsylvania Pasang Cincin Pelacak Empat Anak Elang Peregrine

Komisi Margasatwa Pennsylvania (PGC) memasang cincin identifikasi ringan pada kaki empat anak elang peregrine di sarang Cathedral of Learning, Universitas Pittsburgh, Amerika Serikat, pada Rabu pagi, 20 Mei 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari program pelestarian jangka panjang guna memantau perkembangan populasi spesies yang sempat terancam punah tersebut.

Proses penandaan satwa ini menyasar anak elang yang menetas antara 24 April hingga 27 April 2026 dari pasangan elang dewasa, Carla dan Ecco. Pemasangan cincin pelacak ini menjadi momen perdana bagi pasangan elang tersebut dalam membesarkan empat anak sekaligus secara sukses, serta menandai tahun ketiga berturut-turut bagi keturunan mereka untuk diberi tanda pengenal oleh petugas.

Petugas melakukan prosedur ini saat anak elang berusia antara 22 hingga 30 hari karena ukuran kaki mereka sudah menyamai elang dewasa, namun bulu terbangnya belum tumbuh. Selama proses tersebut, pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang mencakup penimbangan berat badan dan pengukuran ketebalan kaki juga dilakukan untuk menentukan jenis kelamin satwa berdasarkan ukuran tubuhnya.

Pakar biologi burung terancam punah dari Komisi Margasatwa Pennsylvania, Patricia Barber, mengidentifikasi keberadaan dua anak elang betina dan satu jantan, sementara satu anak elang lainnya belum dipastikan jenis kelaminnya tetapi dipasangi cincin ukuran betina agar tidak lepas. Keberadaan lokasi sarang di universitas tersebut dinilai memberikan kontribusi besar bagi pengumpulan data historis perkembangan spesies sejak masa pemulihan dampak pestisida DDT.

"The Cathedral of Learning is one where we have been tracking birds for decades, since DDT recovery and the fact that we have that long-term data collected is so important," kata Patricia Barber, pakar biologi burung terancam punah dari Komisi Margasatwa Pennsylvania.

Barber menambahkan bahwa data dari cincin pelacak membantu petugas memetakan masa depan burung-burung muda ini saat mereka kembali ke alam liar untuk berkembang biak.

"You can’t truly understand how a species ages, their reproduction and growth of population, unless you have that information tracked. Banding in the nest allows us to plan ahead for when the juveniles come back as breeders, and it is setting them up for success so that they are successful!" ujar Patricia Barber, pakar biologi burung terancam punah dari Komisi Margasatwa Pennsylvania.

Populasi elang peregrine di Amerika Utara sempat menyusut drastis hingga hanya tersisa 324 pasang pada pertengahan 1970-an akibat penggunaan pestisida DDT yang membuat cangkang telur menipis dan mudah pecah. Setelah pelarangan zat kimia tersebut dan pelaksanaan konservasi terpadu, jumlah pasangan berbiak yang diketahui kini telah melonjak hingga melampaui 3.000 pasang di kawasan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Ornitolog dari National Aviary, Robert Mulvihill, menyatakan bahwa akses langsung terhadap pergerakan elang peregrine sangat vital bagi kerja pelestarian habitat yang mereka lakukan. Pihak National Aviary mengapresiasi dukungan tim PGC yang telah menandai total sembilan anak elang dari pasangan Carla dan Ecco selama tiga tahun terakhir.

"As someone who has dedicated their life to saving birds and protecting their habitats, having direct access to certain species like the Peregrine Falcon and their movements is so important to the work we do," kata Robert Mulvihill, ornitolog di National Aviary.

Mulvihill menegaskan bahwa kumpulan data tersebut menjadi modal penting demi menjaga kelangsungan hidup burung pemangsa ini di alam bebas.

"We (at the National Aviary) are incredibly thankful to the PGC and their team for agreeing to band Carla and Ecco’s offspring these past three years. The data collected from the bands – now worn by a total of nine chicks raised by this Falcon pair – is beyond helpful to our plight of keeping these remarkable raptors thriving in the wild," ujar Robert Mulvihill, ornitolog di National Aviary.

Wakil Rektor Komunikasi dan Pemasaran Universitas Pittsburgh, Rachel Richelieu, menyampaikan bahwa kehadiran elang peregrine selama lebih dari dua dekade di kampus telah memberikan kesempatan berharga bagi komunitas universitas untuk menyaksikan langsung pertumbuhan mereka. Program pemantauan ini juga difasilitasi oleh tayangan langsung FalconCam milik National Aviary agar masyarakat luas dapat terhubung dengan alam.

"For more than 20 years, Peregrine Falcons have made their home at the Cathedral of Learning and having a front-row seat to the chicks’ development has been a gift to the Pitt community," kata Rachel Richelieu, Wakil Rektor Komunikasi dan Pemasaran Universitas Pittsburgh.

Richelieu menekankan kerja sama erat ini sebagai wujud komitmen bersama dalam menyokong populasi elang regional.

"Banding the chicks is a testament to the shared effort between Pitt, the National Aviary and the Pennsylvania Game Commission to support the region’s Peregrine Falcon population. We look forward to continuing to watch Carla and Ecco’s third brood grow until they take to the sky later this summer," ujar Rachel Richelieu, Wakil Rektor Komunikasi dan Pemasaran Universitas Pittsburgh.

Keempat anak elang peregrine tersebut dijadwalkan bakal terus tumbuh di bawah pengawasan induknya sebelum memulai upaya penerbangan pertama mereka dari sarang pada awal Juni 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi