Seorang pria bernama Gunawan (33) menderita luka serius setelah dibacok oleh dua orang pria di dalam kamar indekosnya yang terletak di kawasan Jalan Tomang Utara I, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Rabu (20/5/2026) malam.
Aksi penganiayaan berat tersebut dipicu oleh persoalan asmara karena salah satu pelaku diduga cemburu terhadap korban, seperti dilansir dari Megapolitan. Kejadian ini sempat viral di media sosial dan dikira sebagai tindakan pembegalan sebelum pihak kepolisian memberikan klarifikasi.
Penyerangan berlangsung sekitar pukul 22.00 WIB ketika korban tengah tertidur, lalu pelaku mendobrak pintu dan langsung menyerang menggunakan celurit secara membabi buta. Gunawan mengalami sembilan luka bacok di kepala, lengan, serta pinggang, namun ia sempat melawan dan melarikan diri keluar untuk meminta bantuan warga.
"Posisi lagi tidur. Bangun tidur, dia (pelaku) tendang pintu. Dia masuk terus udah langsung bacok-bacok saya pakai celurit itu," ungkap Gunawan.
Korban yang bersimbah darah kemudian ditolong oleh seorang montir bengkel di sekitar lokasi kejadian. Gunawan segera dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Waras menggunakan sepeda motor untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
"Saya melawan di sini, di dalam kamar. Kan dia bacok-bacok saya dalam kamar. Saya lari, saya melawan sedikit. Saya lengah, saya lari. Itu posisi sudah penuh bacokan, muka sudah penuh darah," kata Gunawan.
Berdasarkan dugaan korban, salah satu pelaku penyerangan merupakan suami dari mantan rekan kerjanya di sebuah restoran yang pernah merasa cemburu tiga bulan lalu. Konflik sempat mereda saat Gunawan pulang kampung, tetapi pelaku diduga mengetahui kepulangannya ke Jakarta pada awal Mei 2026.
"Tiga bulan yang lalu itu salah paham. Istrinya dia tuh pernah kerja di restoran yang sama bareng saya. Cuma agak dekat sama saya. Suaminya cemburu," tutur Gunawan.
Korban mengenali wajah pelaku setelah pihak kepolisian menunjukkan foto terduga dari media sosial istri pelaku. Akibat serangan itu, Gunawan menerima lebih dari 100 jahitan di rumah sakit, tetapi memilih rawat jalan karena tidak mampu membayar biaya operasi yang besar.
"Mungkin dia tahu saya datang lagi. Kalau lihat di fotonya sih, yang ditunjukin polisi, itu suaminya (salah satu pelaku). Karena kan pernah lihat di foto TikTok-nya istrinya itu," ujar Gunawan.
Gunawan menyatakan bersedia menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan jika pelaku bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatannya. Ia membuka peluang untuk mencabut laporan polisi.
"Saya rawat jalan aja, enggak berani, takut enggak sanggup bayarannya kayak gitu. Kemarin aja kalau saya dioperasi tuh sampai Rp 150 juta katanya, makanya ini cuma dijahit aja," keluh Gunawan.
Pihak kepolisian dari Polsek Grogol Petamburan kini tengah memburu kedua pelaku yang identitasnya sudah mulai teridentifikasi secara jelas.
"Ya mudah-mudahan cepat kelar aja. Dan mungkin saya juga, kalau memang dia udah mau memaafkan, saya juga enggak mau proses dia. Yang penting dia tanggung jawab aja untuk pengobatan saya," kata Gunawan.
Aparat kepolisian menegaskan bahwa motif utama murni karena masalah pribadi terkait asmara dan bukan tindakan kriminal pembegalan jalanan.
"Iya (ada kejadian pembacokan), tapi bukan pembegalan itu. Indikasi awalnya karena ada masalah pribadi antara korban dengan pelaku karena masalah asmara," kata Alex, Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan.
Polisi menyebutkan bahwa proses pengejaran sedikit terhambat karena video peristiwa tersebut sudah terlanjur viral di media sosial.
"Pelakunya sudah mulai diidentifikasi. Mungkin butuh waktu untuk ini (penangkapan), karena ini semakin viral, si pelaku ini semakin waspada," tutup Alex.