Pemerintah Bangun Kembali Dua Sekolah Terdampak Banjir di Nagan Raya

Pemerintah Bangun Kembali Dua Sekolah Terdampak Banjir di Nagan Raya

Ratusan siswa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, masih menjalani aktivitas belajar di bawah tenda darurat pascabencana banjir bandang yang terjadi tiga bulan lalu. Dilansir dari Edukasi, sebanyak 220 murid SD dan SMP terpaksa mengungsi karena gedung sekolah lama mereka hancur dan tidak layak pakai.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli, pada Jumat (3/4/2026), mengonfirmasi bahwa operasional sekolah tetap berjalan meski fasilitas yang tersedia sangat terbatas. Data dinas mencatat terdapat 123 siswa dari SDN 1 Beutong Ateuh Banggalang dan 97 siswa dari SMPN Beutong Ateuh yang terdampak situasi ini.

“Alhamdulillah, meski terdampak banjir, para siswa di Beutong Ateuh tetap bersekolah meski di bangunan darurat,” kata Zulkifli, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya.

Langkah relokasi sementara dilakukan sesuai instruksi Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, mengingat bangunan SMP sebelumnya telah rata dengan tanah. Pemerintah daerah bekerja sama dengan Disperindagkop setempat untuk memanfaatkan gedung dinas yang sedang kosong sebagai ruang kelas pengganti bagi para siswa SMP.

“Di SMP ini kan tidak ada lagi bangunannya, jadi dipindah ke lokasi lain. Kami sudah meminta izin pakai ke Disperindagkop Nagan Raya dan alhamdulillah direspons baik oleh kepala dinasnya Pak Samsuar,” tambah Zulkifli.

Adaptasi di lingkungan darurat terbantu oleh komposisi tenaga pengajar yang mayoritas merupakan penduduk asli wilayah setempat. Selain kurikulum reguler, para siswa juga mendapatkan pendampingan psikologis melalui program trauma healing dari berbagai kelompok mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat.

“Banyak pihak yang memberikan semangat, seperti program trauma healing dari mahasiswa dan LSM. Alhamdulillah, kondisi anak-anak sekarang sudah ceria kembali dan bisa menerima keadaan yang ada saat ini,” ucap Zulkifli.

Mengenai solusi jangka panjang, pemerintah pusat dijadwalkan akan membangun kembali dua unit sekolah tersebut pada tahun anggaran 2026. Penegasan ini muncul setelah tim Kemendikbud melakukan survei lapangan dan pendataan terhadap kerusakan infrastruktur pendidikan di lokasi bencana.

“Insya Allah, jika tidak ada halangan, tahun 2026 ini dua sekolah yang rusak akibat bencana hidrometerologi tahun lalu akan di bangun pemerintah pusat,” ujar Zulkifli.

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya kini tengah mematangkan persiapan administrasi lahan dan penyediaan dua lokasi baru untuk pembangunan fisik gedung sekolah. Upaya ini dilakukan guna memastikan proses belajar mengajar dapat kembali normal di fasilitas yang lebih aman dan permanen.

Artikel terkait

Rekomendasi