Pembangunan Sekolah Rakyat Wonosobo Capai 40 Persen

Pembangunan Sekolah Rakyat Wonosobo Capai 40 Persen

Progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, dilaporkan telah menyentuh angka 40,57 persen pada Jumat (15/5/2026). Untuk mengejar target penyelesaian, jumlah tenaga kerja di lapangan ditingkatkan secara signifikan dari semula 400 orang menjadi 1.167 orang.

Dilansir dari Detik Finance, percepatan ini dilakukan guna mengatasi kendala cuaca dan kabut tebal yang kerap menyelimuti lokasi proyek. Site operation manager (SOM) SR Wonosobo, Fedik Y Hutahaean, menjelaskan bahwa penambahan personel merupakan langkah strategis untuk menjaga ritme pengerjaan.

"Awalnya tenaga kami di sini ada 400, sekarang sudah menjadi 1.167," sebut Fedik Y Hutahaean, Site operation manager (SOM) SR Wonosobo.

Kondisi geografis Wonosobo yang dingin mengharuskan pihak pelaksana proyek menyesuaikan jam operasional. Pengerjaan dimulai lebih awal pada pagi hari dan diperpanjang hingga malam hari untuk memaksimalkan durasi kerja efektif di luar jam turunnya kabut.

"Karena tantangan di daerah Wonosobo ini adalah daerah yang dingin dan berkabut seperti Dieng, kami mengantisipasinya dengan cara kami mulai kerja lebih pagi," jelas Fedik.

Sistem giliran kerja atau shift juga diterapkan secara ketat untuk berbagai jenis pekerjaan teknis. Fokus utama pada malam hari meliputi aktivitas pengecoran dan fabrikasi komponen bangunan agar tidak terganggu aktivitas konstruksi berat lainnya.

"Di sini kami mulai kerja jam 6.30 pagi dan untuk pekerjaan shift malam kami mulai jam 6.30 malam. Itu sampai jam 10.00 (malam). Untuk nanti sampai jam 4.00 pagi itu untuk pekerjaan pengecoran dan pekerjaan fabrikasi," lanjut Fedik.

Selain penambahan tenaga manusia, percepatan pembangunan turut didukung oleh pengerahan alat berat dalam jumlah besar. Alat-alat tersebut digunakan untuk pengerjaan berbagai elemen, mulai dari struktur bangunan hingga instalasi hidran.

"Langkah percepatan kami di sini pertama mendatangkan tenaga kerja. Terus kami mendatangkan alat," terang Fedik.

Armada pendukung yang dikerahkan mencakup belasan unit alat berat untuk mobilitas material dan pengerjaan struktur beton. Kehadiran alat ini dianggap vital untuk mengejar ketertinggalan jadwal akibat faktor cuaca.

"Kami di sini punya alat ekskavator ada 12. Kami punya concrete pump ada empat, hiab crane tiga," imbuh Fedik.

Pihak manajemen juga menghadirkan tim khusus yang fokus pada pengawasan teknis dan survei lapangan. Penggunaan material modern seperti plat bondek menjadi pilihan teknis agar proses pemasangan dan pembongkaran cetakan lantai menjadi lebih efisien.

"Kami punya tim pelaksana dan tim survei sendiri. Kami juga menambah tim untuk pekerjaan shift malam untuk pengecoran. Adapun lagi di sini kami menggunakan percepatan, kami platnya menggunakan plat bondek, sehingga dalam waktu pemasangan dan pembongkaran platnya jauh lebih cepat," beber Fedik.

Kompleks Sekolah Rakyat ini direncanakan terdiri dari puluhan unit bangunan yang saling terintegrasi. Fedik mengonfirmasi bahwa seluruh pengerjaan masih berjalan sesuai jalur meskipun terdapat tantangan alam yang cukup tinggi.

"Bangunan di sini ada 28. Saat ini progres kita di 40,57 persen," kata Fedik.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, turut melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek untuk memantau situasi di lapangan. Kunjungan ini bertujuan untuk memetakan kendala yang ada guna mencari solusi bersama dengan tim pelaksana.

"Makanya itu saya rajin keliling di mana-mana untuk memastikan semua tempat-tempat itu kalau ada permasalahan kita selesaikan sama-sama," jelas Dody Hanggodo saat meninjau pembangunan SR Wonosobo hari ini.

Artikel terkait

Rekomendasi