Polisi Tempe Bebaskan Wanita Terduga Pencuri Cognac Louis XIII

Polisi Tempe Bebaskan Wanita Terduga Pencuri Cognac Louis XIII

Kepolisian Tempe menyatakan seorang wanita yang sebelumnya menyerahkan diri atas pencurian botol cognac Louis XIII senilai USD 4.000 di restoran Three Thirty Three, Arizona, kini tidak lagi dianggap sebagai tersangka pada Rabu, 13 Mei 2026.

Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa Channel Miller (34) dibebaskan dari keterlibatan setelah detektif meninjau bukti baru yang menunjukkan dia bukanlah wanita yang terekam kamera pengawas saat kejadian pada 4 Mei lalu.

Suami Miller, Matthew Steve (32), tetap menghadapi dakwaan pencurian tingkat berat setelah diproses oleh pihak kepolisian, meskipun keduanya telah dilepaskan dari tahanan menyusul persidangan awal.

"Meskipun terdapat dasar hukum yang cukup pada saat penangkapannya berdasarkan informasi yang tersedia bagi penyelidik, bukti baru membawa detektif untuk menentukan bahwa dia tidak terlibat," bunyi pernyataan Kepolisian Tempe dilansir dari FOX 10 Phoenix.

CEO restoran Three Thirty Three, John DeVries, menyatakan keheranannya atas tindakan Miller yang sempat mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya kepada pihak berwenang.

"Saya bahkan tidak bisa membayangkan. Saya tidak mengerti. Saya benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi, mengapa Anda, jika Anda benar-benar bukan orang yang terlibat, mengapa Anda menyerahkan diri dalam kejahatan kategori felony kelas empat," ujar John DeVries kepada 12News.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas, pencurian terjadi ketika seorang pria menghalangi pandangan manajer sementara seorang wanita memasukkan botol minuman tersebut ke dalam tasnya setelah mereka memesan hidangan pembuka menggunakan nama palsu.

"Total minuman keras yang ada di sana lebih dari $20.000. Botol yang mereka ambil, jelas, mereka tahu itu adalah botol yang sangat menarik di pasar gelap," kata John DeVries.

Dokumen pengadilan menyebutkan Steve sempat menghubungi restoran setelah melihat dirinya di berita dan mengklaim tidak terlibat, namun nomor telepon yang digunakan teridentifikasi milik Miller.

"Matthew sebenarnya menelepon kami dan kemudian dia menutup telepon sebelum kami sempat berbicara dengannya," tutur John DeVries.

Botol cognac tersebut akhirnya dikembalikan oleh dua pria yang diduga kerabat tersangka, namun pihak restoran tidak dapat lagi menyajikannya kepada pelanggan karena alasan keamanan pangan.

"Dia berkata, 'Ini botol Louis XIII. Saya minta maaf. Saya mengembalikannya.' Mereka merekamnya dan lari keluar," ungkap John DeVries.

Kepolisian juga menerima telepon dari ayah tersangka yang memohon agar anaknya tidak ditangkap atau dituntut atas insiden tersebut.

"Ayahnya menelepon dan memohon agar dia tidak ditangkap dan tidak didakwa," kata John DeVries.

DeVries tetap optimis identitas wanita yang sebenarnya akan segera terungkap melalui puluhan kamera pengawas yang terpasang di lokasi usahanya.

"Ini memberikan semua yang dibutuhkan penyelidik dari setiap sudut," jelas John DeVries.

Pemilik restoran tersebut mengekspresikan kekecewaannya karena merasa tindakan para pelaku telah melanggar privasi dan kenyamanan seluruh staf dan pelanggan di restorannya.

"Bukannya saya marah. Saya kecewa. Mereka melanggar 100 orang di restoran ini. Bukan hanya kepemilikan, tapi semuanya, jadi rasanya seperti mereka mengambil sesuatu dari kami," pungkas John DeVries.

Kepolisian Tempe menduga Steve mungkin terkait dengan kelompok kriminal Romanian Travelers yang dikenal sering menargetkan bisnis dalam kasus pencurian dan penipuan di seluruh Amerika Serikat.

"Penyelidik percaya pasangan tersebut mungkin terkait dengan kelompok kriminal Romanian Travelers, yang dikenal menargetkan bisnis dalam kejahatan terkait pencurian dan penipuan di seluruh negeri," tulis pernyataan Kepolisian Tempe melalui FOX 10 Phoenix.

Meskipun botol telah dikembalikan, restoran Three Thirty Three mengalami kerugian finansial karena satu sloki minuman tersebut biasanya dijual seharga USD 310, namun kini botol itu hanya menjadi bukti hukum.

Artikel terkait

Rekomendasi