Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menjadwalkan pergerakan jemaah haji dari Mekkah menuju Arafah secara bertahap dalam tiga gelombang perjalanan pada Senin, 25 Mei 2026 atau 8 Zulhijah 1447 Hijriah. Pengangkutan tersebut dilakukan guna mempersiapkan jemaah menghadapi puncak ibadah haji, sebagaimana dilansir dari Nasional.
"Kami sampaikan proses pergerakan jemaah pada saat puncak haji nanti akan dimulai pada tanggal 8 Zulhijah 1447 Hijriah atau bertepatan dengan Senin, 25 Mei 2026," ujar Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam konferensi pers melalui YouTube Kemenhaj RI pada Selasa (19/5/2026).
Pemberangkatan jemaah dari hotel masing-masing di Mekkah terbagi menjadi tiga waktu, yakni pagi hari pukul 06.00, siang hari pukul 11.30, dan sore hari pukul 17.30 waktu Arab Saudi. Otoritas terkait menargetkan seluruh proses pemindahan ini selesai sebelum tengah malam.
"Harapannya nanti pada pukul 24.00 waktu Arab Saudi, seluruh jemaah telah diberangkatkan menuju ke Arafah," tutur Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj RI.
Penyisiran di seluruh wilayah Mekkah segera dilaksanakan oleh Kemenhaj setelah semua gelombang diberangkatkan untuk memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal. Jemaah yang sudah tiba di tujuan akan langsung bermalam demi mempersiapkan kondisi fisik.
"Dan sesampainya di Arafah nanti, jemaah akan bermalam dan mempersiapkan diri untuk melakukan wukuf pada keesokan harinya yang merupakan puncak ibadah haji," imbuh Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj RI.
Guna mencegah terjadinya penumpukan massa di depan hotel, Kemenhaj mengimbau agar para jemaah tidak menunggu di lobi sebelum jadwal keberangkatan masing-masing. Jemaah juga diminta memperhatikan barang bawaan dan kesehatan mereka.
"Kami minta untuk tetap bersama rombongan kloter, membawa perlengkapan secukupnya, menjaga kesehatan, cukup istirahat, serta selalu membawa identitas jemaah. Jangan tinggalkan identitas jemaah Anda," ucap Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj RI mengingatkan.
Pelaksanaan wukuf di Arafah sendiri dijadwalkan berlangsung pada hari berikutnya, Selasa (26/5/2026), mulai pukul 10.00 hingga 13.00 siang waktu Arab Saudi. Kemenhaj mengharapkan jemaah berfokus pada kegiatan ibadah dan refleksi diri selama durasi tersebut.
"Selepas Magrib, jemaah akan diberangkatkan secara bertahap menuju ke Muzdalifah. Bagi jemaah dengan skema murur, perjalanan akan langsung dilanjutkan menuju ke Mina tanpa turun di Muzdalifah," tutur Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj RI.
Pergerakan bagi jemaah non-murur dari Muzdalifah menuju ke Mina direncanakan bergulir mulai malam hari. Proses perpindahan ini ditargetkan rampung hingga pukul 07.00 waktu Arab Saudi pada 10 Zulhijah atau Rabu, 27 Mei 2026.