Pemerintah Salurkan Dana Rp 877 Miliar ke Tiga Provinsi Terdampak Banjir

Pemerintah Salurkan Dana Rp 877 Miliar ke Tiga Provinsi Terdampak Banjir

Pemerintah pusat menyalurkan bantuan dana senilai Rp 877 miliar untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat pada Rabu (6/5/2026). Anggaran ini ditujukan untuk memulihkan infrastruktur dan sektor pertanian yang terdampak bencana banjir serta tanah longsor.

Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Amran, menjelaskan bahwa alokasi dana tersebut dapat dimanfaatkan tiap pemerintah daerah untuk memperbaiki lahan tani. Berdasarkan data Kementerian Pertanian yang dilansir dari Nasional, luas lahan yang terdampak mencapai puluhan ribu hektar.

"Kalau berdasarkan data 94.742 hektar itu yang terdampak, dan ini sudah diberikan bantuan juga transfer ke daerah di tiga provinsi ya, sebesar Rp877.126.124.000. Ini data yang kami dapatkan dari Kementan," kata Amran, Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.

Pemerintah memberikan perhatian khusus pada sektor persawahan guna menjamin ketersediaan pangan di wilayah terdampak. Langkah percepatan pemulihan ini diharapkan dapat mengembalikan produktivitas petani dalam waktu dekat.

"Untuk sawah yang terdampak ya, karena ini didorong terus untuk segera dipulihkan untuk memperkuat ketahanan pangan, perhatian pemerintah sangat besar," tutur Amran, Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.

Selain sektor pertanian, fokus penanganan juga diarahkan pada penyediaan tempat tinggal bagi warga. Saat ini, pembangunan hunian sementara (huntara) secara keseluruhan telah mencapai angka 93 persen, dengan total 19.169 unit yang sudah terbangun dari target awal sebanyak 20.473 unit.

Proses konstruksi sisa pembangunan sebesar 7 persen masih berjalan di lapangan, khususnya untuk wilayah Aceh. Sementara itu, fasilitas huntara di Sumatera Utara dan Sumatera Barat dilaporkan telah rampung sepenuhnya.

Mengenai aksesibilitas, Amran menegaskan bahwa jalur transportasi utama di ketiga provinsi tersebut sudah tidak lagi terkendala. Pemulihan jalan nasional telah selesai dilakukan sejak periode awal tahun ini.

"Kalau untuk akses jalan nasional sudah 100 persen dapat terhubung. Ini dari beberapa bulan lalu, sejak dari awal tahun sudah bisa terbuka secara keseluruhan," kata Amran, Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.

Artikel terkait

Rekomendasi