Pemerintah Targetkan Pengolahan Sampah Lama Jadi BBM Rampung 2028

Pemerintah Targetkan Pengolahan Sampah Lama Jadi BBM Rampung 2028

Pemerintah Indonesia mempercepat implementasi program hilirisasi pengelolaan sampah lama menjadi bahan bakar minyak terbarukan melalui penerapan teknologi pirolisis di enam lokasi strategis nasional.

Langkah strategis tersebut dibahas dalam rapat koordinasi terbatas percepatan implementasi Pengolahan Sampah menjadi Energi di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta pada Selasa (19/5/2026), sebagaimana dilansir dari Nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa upaya ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjalankan amanat Perpres Nomor 109 Tahun 2025 untuk mentransformasi sampah menjadi sumber energi.

"Besok kita akan memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan siang ini, anda menyaksikan Kebangkitan Nasional yang sesungguhnya bukan hanya slogan, tapi aksi nyata dalam mengubah sampah menjadi energi," ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Program ini mengubah fokus pengelolaan lingkungan dari yang sebelumnya menghasilkan listrik melalui teknologi insinerator bersama Danantara, kini menyasar pemanfaatan tumpukan sampah lama di Tempat Pembuangan Akhir.

"Kita sedang memasuki transformação besar dengan pengolahan sampah, kalau sebelumnya sampah diolah menjadi energi listrik, sekarang kita dorong timbunan sampah di TPA diubah menjadi BBM terbarukan melalui teknologi Pirolisis," jelas Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Penguraian sampah lama setinggi 16 gedung seperti di TPA Bantar Gebang tersebut dilakukan dengan mengadopsi teknologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

"Jadi ada cara Pirolisis, timbunan-timbunan sudah ada. Kalau yang waste to energy sampah yang baru diolah menjadi listrik, nah kita ini sudah punya sampah yang menggunung setinggi 16 gedung seperti Bantar Gebang. Nah itu sekarang yang pakai Pirolisis," ungkap Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Penyelesaian proyek ini ditargetkan tuntas secara bertahap antara tahun 2027 hingga 2028 melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga termasuk Kementerian Lingkungan Hidup, Kemendagri, Pindad, dan TNI-AD.

"Sebagai Menko Pangan kami memastikan setiap pekan ada progres nyata Penanganan sampah, yang Waste to Energy ini 2027 separuh akan selesai. 2028 separuh lagi Bantar Gebang termasuk yang 2028. Nanti kalau gak selesai 2027 akhir, gak ada yang beres atau 2028 juga gak ada yang beres saudara-saudara bisa adili kami yang ada disini," tegas Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Penerapan metode ini memisahkan penanganan sampah baru menggunakan skema Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik dan sampah lama dengan teknologi pirolisis di beberapa TPA besar seperti Bantar Gebang, Bandung, dan Bali.

"Ada sampah baru lewat PSEL, nanti sampah yang sudah lama tertimbun nanti ada teknologi sendiri. Yang paling besar kan Jakarta salah satunya nanti ada sampah lama yang sudah menggunung itu, akan menggunakan teknik sendiri, sedangkan sampah-sampah yang baru dengan waste to energy," ungkap Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara.

Terkait peta jalan pengerjaan megaproyek ini, pihak korporasi bersama pemerintah mengonfirmasi fokus awal pengerjaan pada tumpukan sampah lama di wilayah Jakarta, Bandung, dan Bali.

"Jakarta, Bandung, Bali itu nanti yang besar-besar itu ya, buat sampah-sampah yang lama. Sampah-sampah baru nanti tunggu hari Jumat kita announce," pungkas Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara.

Artikel terkait

Rekomendasi