Sebanyak 86.118 pendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dinyatakan lulus dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Namun, hanya 39.662 peserta yang ditetapkan memenuhi syarat atau eligible sebagai calon penerima bantuan pendidikan tersebut.
Dikutip dari Info, proses penetapan penerima KIP Kuliah tahun ini mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DataSain). Langkah ini berjalan sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025.
Pemerintah mencatat sebanyak 46.456 peserta yang lolos SNBT dan mendaftar KIP Kuliah berada dalam kategori non-eligible. Di sisi lain, terdapat sekitar 2.656 peserta yang belum masuk dalam data desil kesejahteraan nasional.
Otoritas terkait menegaskan bahwa kondisi belum masuknya data tersebut bukan merupakan kesalahan peserta. Perguruan tinggi masing-masing nantinya akan melakukan verifikasi ulang untuk menilai kelayakan peserta dalam mendapatkan bantuan.Kriteria penerima bantuan pendidikan ini menyasar masyarakat dengan kategori sangat miskin hingga rentan miskin. Parameter pengukurannya adalah peserta berada pada desil 1 sampai desil 4 dalam DataSain.
Sebagian besar mahasiswa yang dinyatakan memenuhi syarat KIP Kuliah menempuh pendidikan di perguruan tinggi luar Pulau Jawa. Kampus daerah mendominasi daftar institusi pendidikan dengan penerima terbanyak jalur seleksi tersebut.
Sekitar 60 persen dari total peserta yang lolos verifikasi merupakan penerima Program Indonesia Pintar (PIP) saat SMA. Skema ini mempertegas keberlanjutan bantuan pendidikan dari pemerintah pusat.
Sepuluh perguruan tinggi negeri kategori akademik mencatat angka penerimaan bantuan pendidikan tertinggi pada jalur seleksi kali ini. Universitas Negeri Surabaya menempati posisi pertama dengan jumlah penerima melampaui tiga ribu peserta.
| No | Nama Perguruan Tinggi Negeri | Jumlah Peserta |
|---|---|---|
| 1 | Universitas Negeri Surabaya | 3.107 |
| 2 | Universitas Negeri Medan | 3.060 |
| 3 | Universitas Negeri Padang | 2.705 |
| 4 | Universitas Negeri Makassar | 2.576 |
| 5 | Universitas Lampung | 2.209 |
| 6 | Universitas Nusa Cendana | 1.959 |
| 7 | Universitas Tadulako | 1.946 |
| 8 | Universitas Negeri Malang | 1.905 |
| 9 | Universitas Pendidikan Indonesia | 1.887 |
| 10 | Universitas Sultan Ageng Tirtayasa | 1.736 |
Daftar Kampus Vokasi Penerima Terbanyak
Politeknik Negeri Lampung memimpin jumlah penerima bantuan pendidikan terbanyak untuk kategori perguruan tinggi vokasi. Institusi ini disusul oleh Politeknik Negeri Jember dan Politeknik Negeri Malang pada urutan berikutnya.
| No | Nama Politeknik Negeri | Jumlah Peserta |
|---|---|---|
| 1 | Politeknik Negeri Lampung | 1.028 |
| 2 | Politeknik Negeri Jember | 927 |
| 3 | Politeknik Negeri Malang | 759 |
| 4 | Politeknik Negeri Kupang | 690 |
| 5 | Politeknik Negeri Sriwijaya | 630 |
| 6 | Politeknik Negeri Medan | 558 |
| 7 | Politeknik Negeri Padang | 506 |
| 8 | Politeknik Negeri Lhokseumawe | 496 |
| 9 | Politeknik Negeri Pontianak | 477 |
| 10 | Politeknik Negeri Samarinda | 381 |
Pemerintah mendorong pihak universitas untuk menyediakan alternatif bantuan bagi pendaftar yang tidak lolos kualifikasi penerima subsidi negara. Pilihan program dapat berupa penetapan golongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) rendah.
Kementerian terkait kini memperluas kemitraan dengan berbagai pihak ketiga guna membuka peluang program beasiswa lain. Upaya ini ditujukan agar akses pendidikan tinggi tetap terbuka bagi mahasiswa berprestasi dari berbagai latar belakang ekonomi.