Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung Tahun Ajaran 2026/2027 segera dimulai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program ini merupakan bagian dari langkah transformasi sekolah unggulan di wilayah tersebut.
Sekolah Maung dirancang untuk menjaring siswa potensial dari berbagai daerah di Jawa Barat yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik. Jalur seleksi ini berjalan lebih awal dibandingkan dengan SPMB reguler.
Dikutip dari Medcom, penerimaan murid baru Sekolah Maung menggunakan jalur prestasi sebagai mekanisme utama dan tidak membuka jalur domisili. Ada lima jalur yang disediakan yaitu Potensi Akademik, Kompetensi Akademik, Prestasi Minat/Bakat Akademik, Kompetensi Nonakademik, dan Jalur Kepemimpinan.
Sekolah Maung atau Manusia Unggul merupakan sekolah menengah berbasis keahlian dengan enam pilihan jurusan. Keenam keahlian tersebut meliputi Teknologi Informasi, Otomotif, Pertanian, Olahraga, Elektro, dan Kelautan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan Manusia Unggul bukan sebuah penamaan resmi yang mengubah identitas sekolah. Melalui konsep ini, Dedi menegaskan keunggulan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik semata, melainkan juga dari prestasi di bidang seni, olahraga, industri kreatif, dan bidang lainnya.
"Karena, manusia unggul itu bukan bidang akademik saja, non akademik juga merupakan keunggulan, yang menjadi pemain sepak bola juga unggul, manusia unggul itu," kata Dedi Mulyadi dikutip dari akun Instagram @disdikjabar, Jumat, 19 Mei 2026.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menggandeng 41 sekolah untuk menjadi Sekolah Maung. Fasilitas layanan pendidikan optimal ini diterapkan di 28 SMA dan 13 SMK se-Jawa Barat.
Tahapan awal penerimaan diawali dengan program Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB). Program ini bertujuan memetakan potensi dan sebaran lulusan SMP/MTs sederajat di seluruh wilayah Jawa Barat.
Daya tampung pendidikan menengah di Jawa Barat tahun ini telah melampaui jumlah lulusan yang ada. Total daya tampung SMA, SMK, dan MA negeri maupun swasta mencapai 909.183 kursi atau setara 109,93 persen dari jumlah lulusan SMP/MTs sederajat sebanyak 826.996 siswa.
Calon peserta didik wajib memenuhi sejumlah persyaratan umum sebelum mendaftar. Pendaftar merupakan lulusan SMP/MTs/sederajat pada tahun berjalan atau tahun sebelumnya dengan usia maksimal 21 tahun pada 1 Juli tahun berjalan.
Siswa jalur kompetensi akademik tingkat SMA diwajibkan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Persyaratan TKA ini dikecualikan bagi pendaftar tingkat SMK.
Pendaftar harus memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan bersedia mengikuti seluruh tahapan seleksi. Dokumen pendukung prestasi yang valid, Surat Tanggung Jawab Mutlak, serta kartu keluarga yang membuktikan domisili di Jawa Barat minimal 1 tahun juga wajib dilampirkan.
Kriteria Khusus Tingkat SMA
Jalur Potensi Akademik mensyaratkan IQ minimal 130, kreativitas tinggi, komitmen tugas yang kuat, hasil asesmen psikolog, serta wajib mengikuti TKA. Untuk Jalur Kompetensi Akademik, pendaftar wajib mengunggah rapor semester 1 sampai 5 dengan nilai rata-rata minimal 85 serta mengikuti TKA.
Jalur Prestasi Minat/Bakat Akademik menetapkan syarat nilai rata-rata rapor minimal 85, menyertakan sertifikat kejuaraan akademik, dan wajib mengikuti TKA. Jalur Kompetensi Nonakademik memerlukan rata-rata rapor minimal 80 dan sertifikat kejuaraan nonakademik tanpa syarat TKA. Jalur Kepemimpinan mensyaratkan rata-rata rapor minimal 80, SK kepala sekolah, nilai kepribadian minimal Baik, dan bebas TKA.
Kriteria Khusus Tingkat SMK
Pendaftar SMK melalui Jalur Potensi Akademik wajib memiliki IQ minimal 130, kreativitas tinggi, komitmen tugas kuat, serta melampirkan hasil asesmen psikolog terdaftar HIMPSI atau perguruan tinggi terakreditasi tanpa syarat TKA. Jalur Kompetensi Akademik SMK membutuhkan nilai rata-rata rapor minimal 85 tanpa kewajiban TKA.
Jalur Prestasi Minat/Bakat Akademik SMK menetapkan syarat nilai rata-rata rapor minimal 85 dan piagam kejuaraan bidang akademik atau profesi tanpa syarat TKA. Sementara Jalur Kepemimpinan SMK memerlukan nilai rata-rata rapor minimal 80, Surat Keputusan Kepala Sekolah, dan nilai kepemimpinan minimal Baik tanpa mengikuti TKA.
| Tahapan Seleksi | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| Pendaftaran | 25, 26, 28, 29 Mei 2026 |
| Verifikasi Dokumen | 25 Mei-2 Juni 2026 |
| Uji Kompetensi dan Penanganan Masalah | 3 Juni 2026 |
| Rapat Pleno Dewan Guru dan Kepala Sekolah | 4 Juni 2026 |
| Koordinasi Kepala Sekolah dan Cabang Dinas | 5 Juni 2026 |
| Pengumuman Kelulusan | 8 Juni 2026 |
| Daftar Ulang Siswa | 9-10 Juni 2026 |
Daftar Sekolah Manusia Unggul di Jawa Barat
Daftar SMA yang membuka program ini meliputi SMAN 2 Cibinong, SMAN 1 Bogor, SMAN 1 Depok, SMAN 1 Bekasi, SMAN 2 Tambun Selatan, SMAN 1 Subang, SMAN 1 Purwakarta, SMAN 5 Karawang, SMAN 2 Kota Sukabumi, dan SMAN 1 Pelabuhanratu.
Sekolah lainnya adalah SMAN 1 Cisarua, SMAN 1 Cianjur, SMAN 3 Bandung, SMAN 5 Bandung, SMAN 3 Cimahi, SMAN 1 Soreang, SMAN 1 Sumedang, SMAN 1 Majalengka, SMAN 1 Sindang, SMAN 2 Cirebon, SMAN 1 Palimanan, SMAN 2 Kuningan, SMAN 1 Garut, SMAN 1 Tasikmalaya, SMAN 1 Singaparna, SMAN 1 Ciamis, SMAN 1 Banjar, dan SMAN 1 Parigi.
Untuk tingkat SMK, sekolah yang terafiliasi adalah SMKN 1 Cibinong, SMKN 3 Bogor, SMKN 2 Kota Bekasi, SMKN 1 Cibadak, SMKN 1 Pacet, SMKN 1 Cimahi, SMKN 1 Katapang, SMKN 1 Majalengka, SMKN 1 Mundu, SMKN 1 Garut, SMKN 2 Tasikmalaya, dan SMKN 1 Pangandaran. SMKN 1 Tajug Gede Purwakarta saat ini masih dalam proses pendirian menggunakan Keputusan Gubernur terpisah.