Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengantisipasi kegagalan calon peserta didik dalam Sistem Penerimaan Murid Baru SMA dan SMK negeri tahun ajaran 2025/2026 melalui penyediaan program beasiswa hasil kerja sama dengan sekolah swasta.
Langkah mitigasi ini dirancang guna mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang kerap memicu persoalan tahunan serta meminimalkan angka putus sekolah di wilayah tersebut. Saat ini, persiapan sistem pelaksanaan seleksi sudah mendekati rampung dan sedang berfokus pada fase sosialisasi.
Kesiapan teknis dari seluruh sektor dan sistem pelaksanaan kini telah mencapai angka 87 persen, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Jawa Timur yang dilansir oleh IDN Times.
“Sudah siap semua sektor, semua sistem sudah disiapkan. Tinggal sosialisasi, sudah 87 persen,” ujar Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pendidikan Jatim pada Senin (25/5/2026).
Pemerintah daerah memberikan kepastian bahwa para lulusan yang tidak tertampung di lembaga pendidikan negeri tetap mendapatkan kesempatan setara untuk melanjutkan studi melalui jaringan sekolah swasta mitra.
"Kami sampaikan bahwa yang tidak diterima di negeri, kami sudah kerja sama dengan sekolah swasta, mereka dapat beasiswa,” kata Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pendidikan Jatim.
Mekanisme pemberian bantuan finansial ini dijalankan secara bervariasi yang disesuaikan berdasarkan regulasi dan kapasitas dari masing-masing instansi pendidikan swasta terkait.
"Jadi mereka bisa masuk di sekolah swasta. Ada yang mendapat beasiswa penuh dan ada bantuan sebagian, misalnya setengah biaya pendidikan,” jelas Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pendidikan Jatim.