Kemenhaj Pulangkan Puluhan Ribu Jemaah Haji Indonesia Melalui Bandara Jeddah

Kemenhaj Pulangkan Puluhan Ribu Jemaah Haji Indonesia Melalui Bandara Jeddah

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia secara bertahap memulangkan puluhan ribu jemaah haji asal Indonesia ke Tanah Air melalui Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA), Jeddah, Arab Saudi pada Sabtu (6/6/2026).

Fase kepulangan yang telah memasuki hari kelima ini menandai hari operasional ke-48 penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Berdasarkan laporan data operasional yang dilansir dari Detikcom, proses pemulangan dari Arab Saudi secara umum diinformasikan berjalan lancar.

Otoritas mencatat sebanyak 75 kelompok terbang (kloter) kini sudah diberangkatkan menuju Indonesia. Sebanyak 72 kloter di antaranya telah mendarat dengan selamat di beberapa wilayah debarkasi di tanah air.

Pihak Kemenhaj merinci jumlah kepulangan mencakup jemaah reguler dan petugas. Selain jemaah reguler, pemantauan ketat juga dilakukan terhadap kepulangan jemaah haji khusus yang saat ini sudah mencapai ribuan orang.

Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaf, memaparkan data statistik kepulangan jemaah reguler yang mencakup rombongan yang sudah terbang maupun yang sudah mendarat di debarkasi.

"Sebanyak 75 kloter telah diberangkatkan menuju Indonesia dengan jumlah 29.344 jamaah dan 300 petugas. Sehingga total jemaah dan petugas yang telah kembali ke Tanah Air mencapai 29.644 orang," ujar Maria Assegaf, Juru Bicara Kemenhaj RI.

Hingga saat ini, data kedatangan mencatat sebanyak 28.536 orang yang terdiri atas 28.248 jemaah dan 288 petugas telah tiba. Sementara untuk jemaah haji khusus, tercatat sebanyak 8.579 orang telah kembali ke Indonesia dengan rincian 8.190 jemaah dan 389 petugas.

Maria Assegaf menambahkan bahwa keberhasilan pencapaian target pemulangan ini dipengaruhi oleh faktor sinergi kerja sama yang kuat di lapangan antar-instansi terkait.

"Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa proses pemulangan jemaah terus berjalan sesuai dengan rencana dengan dukungan dan koordinasi yang cukup erat antara pemerintah Indonesia, otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan serta seluruh unsur pelayanan haji di lapangan," lanjut Maria Assegaf, Juru Bicara Kemenhaj RI.

Kendati demikian, pihak kementerian mengonfirmasi adanya kendala operasional berupa penyesuaian jadwal dan keterlambatan pada beberapa penerbangan. Situasi ini dipicu oleh kepadatan terminal haji Bandara KAIA Jeddah akibat tingginya aktivitas penerbangan global selama masa puncak pemulangan.

Faktor penyesuaian operasional dari otoritas setempat demi keselamatan penerbangan turut menjadi alasan keterlambatan tersebut, sehingga pihak kementerian menyampaikan langsung permohonan maaf mereka.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah dan juga keluarga atas ketidaknyamanan yang terjadi," ujar Maria Assegaf, Juru Bicara Kemenhaj RI.

Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan saat ini terus mengupayakan langkah percepatan dan mitigasi risiko. Pengawalan proses pemulangan dipastikan akan terus berjalan sampai seluruh jemaah haji tiba di Indonesia dengan aman.

Artikel terkait

Rekomendasi