Kementerian PU Pulihkan 100 Persen Jalan Nasional di Sumatera

Kementerian PU Pulihkan 100 Persen Jalan Nasional di Sumatera

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan seluruh infrastruktur jalan dan jembatan nasional yang terdampak bencana di wilayah Sumatera telah kembali fungsional 100 persen. Capaian ini dilaporkan berdasarkan data penanganan lapangan hingga 7 Mei 2026 guna mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Mayoritas infrastruktur penunjang lainnya di wilayah terdampak juga dilaporkan telah pulih atau sedang dalam tahap penyelesaian akhir. Pemulihan konektivitas ini menjadi langkah krusial pemerintah dalam menjamin keamanan mobilitas warga, sebagaimana dilansir dari rilis resmi pada Minggu (10/5/2026).

Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan bahwa percepatan penanganan ini merupakan wujud komitmen kementerian untuk mengembalikan kondisi sosial dan ekonomi warga ke titik normal. Prioritas utama ditekankan pada aspek fungsionalitas sarana publik agar dapat segera digunakan kembali.

"Penanganan infrastruktur pascabencana menjadi prioritas kami agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman," ujar Dody, Menteri PU.

Data kementerian menunjukkan bahwa meskipun jalan nasional sudah rampung total, penanganan pada level daerah masih terus berlangsung. Tercatat dari 2.421 ruas jalan daerah yang terdampak bencana, sekitar 94 persen di antaranya kini sudah bisa dilalui kendaraan kembali.

Untuk sektor jembatan daerah, proses pemulihan telah menjangkau sekitar 67 persen dari total 1.181 unit yang terdampak. Dilansir dari Kompas, koordinasi intensif bersama pemerintah daerah masih dilakukan secara bertahap untuk menuntaskan sisa jembatan yang belum fungsional.

Pada bidang sumber daya air, seluruh embung yang terdampak bencana dilaporkan telah selesai ditangani sepenuhnya. Sementara itu, progres penanganan area sungai, daerah irigasi, bendung, dan muara saat ini telah mencapai angka 73 persen dalam status selesai atau sedang dalam pengerjaan.

Kementerian PU juga memprioritaskan layanan dasar melalui perbaikan 178 sistem penyediaan air minum (SPAM), di mana 95,5 persen sudah kembali beroperasi. Selain itu, penanganan darurat pada seluruh Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) telah dinyatakan tuntas.

Dukungan bagi pemukiman warga dilakukan melalui pembangunan sumur bor dan pembersihan kawasan yang terdampak bencana. Dalam laporan tersebut, tercatat pula bahwa pembangunan rumah hunian baru telah diselesaikan untuk memenuhi kebutuhan 1.547 kepala keluarga terdampak.

Kementerian PU kini berfokus pada pemantauan berkelanjutan untuk memastikan infrastruktur yang telah diperbaiki memiliki ketangguhan terhadap potensi bencana di masa depan. Kerja sama antarlembaga tetap diperkuat guna mengoptimalkan pemulihan infrastruktur permukiman secara menyeluruh.

Artikel terkait

Rekomendasi