Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menjadwalkan tahap pemulihan di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh segera dimulai dan ditargetkan rampung pada 2028. Rencana strategis ini tengah difinalisasi dalam bentuk peraturan presiden guna mempercepat pembangunan kembali daerah terdampak bencana.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, menjelaskan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menyusun rencana induk yang kini dalam tahap peninjauan akhir. Sebagaimana dilansir dari Nasional pada Selasa (12/5/2026), proses regulasi ini menjadi landasan hukum bagi fase pemulihan jangka panjang.
"Ke depan kita masuk pemulihan ini itu sudah dibuat rencana, rencana induk oleh Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional). Sudah kita reviu, ya dan kemudian ini sedang dalam proses untuk menuju Perpres," kata Tito Karnavian, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera.
Penyusunan peta jalan tersebut mencakup periode tiga tahun ke depan dengan rincian target pencapaian yang spesifik setiap tahunnya. Langkah ini diambil untuk memastikan keberlanjutan penanganan setelah wilayah terdampak melewati fase darurat.
"Itu diperkirakan kita menjadwalkan tiga tahun timeline-nya sampai dengan 2028 ya dan itu ada tahapan tiap tahun," ucap Tito Karnavian, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera.
Tito menguraikan bahwa penanganan bencana di Indonesia secara sistematis terbagi menjadi tiga tingkatan utama. Saat ini, kondisi di Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah mendekati akhir masa transisi, sementara wilayah Aceh masih memerlukan perpanjangan waktu sebelum memasuki tahap pemulihan total.
"Sudah melewati darurat, masuk ke sekarang transisi. Nah untuk yang di Sumatera Utara dan Sumatera Barat transisinya hampir selesai, Sumatera Aceh memperpanjang sedikit masa transisi, setelah itu kita masuk ke pemulihan," ucap Tito Karnavian, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera.
Keberadaan Peraturan Presiden yang akan ditandatangani oleh Presiden RI Prabowo Subianto dinilai krusial untuk mempercepat aliran dana dari kementerian serta lembaga terkait. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengerjaan proyek di lapangan.
"Nah ini kalau nanti sudah disetujui oleh Bapak Presiden, maka ya otomatis speed-nya akan lebih kencang lagi ketika anggaran sudah disalurkan kepada kementerian/lembaga yang menangani," ucap Tito Karnavian, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera.
Fokus utama dalam roadmap pemulihan tersebut meliputi perbaikan infrastruktur vital seperti akses jalan, jembatan, dan normalisasi sungai. Selain itu, pemerintah memprioritaskan pemulihan sektor ekonomi rakyat yang mencakup perdagangan, pertanian, dan pertambakan, serta penyediaan hunian tetap bagi warga.
"Terutama yang kita prioritaskan adalah infrastruktur tadi disampaikan sungai yang prioritas, jalan, jembatan, perdagangan, pertanian, pertambakan tadi, ekonomi, huntap, hunian tetap juga penting supaya masyarakat jangan terlalu lama di huntara," lanjut Tito Karnavian, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera.