Sebuah rekaman video yang memperlihatkan tindakan kriminal di perkebunan warga menjadi perbincangan hangat di jagat maya, seperti diberitakan oleh Suara melalui unggahan akun Instagram Lambe Turah pada Senin, 1 Mei 2026.
Sejumlah pria yang diduga kuat melakukan aksi pencurian buah durian berhasil diamankan oleh masyarakat setempat langsung di lokasi kejadian.
Warga yang merasa geram dengan tindakan komplotan tersebut memutuskan untuk menjatuhkan hukuman sosial sebelum membawanya ke jalur hukum.
Para pelaku dipaksa berjalan kaki mengelilingi kawasan pemukiman warga sembari memegang buah durian yang mereka ambil dari pohon milik korban.
Selama proses pengarakan tersebut, masyarakat sekitar turut mengikuti dari belakang dan memberikan teguran keras kepada para pelaku.
"Kau rasakan juga manisnya kulit duren," ucap salah satu warga dalam video yang viral itu.
Setelah sanksi sosial di tingkat desa selesai dilaksanakan, masyarakat segera menyerahkan seluruh pelaku kepada pihak kepolisian guna pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga saat ini, data mengenai identitas lengkap para pelaku maupun total kerugian materi yang diderita oleh pemilik perkebunan belum diketahui secara pasti.
Kejadian ini memicu perdebatan di kolom komentar, di mana sebagian besar warganet menilai sanksi tersebut efektif memberikan efek jera bagi para pelaku kriminalitas di daerah perkebunan.
"Hukum di kampung lebih nyata dan terbukti bikin kapok. Kalau langsung diserahkan ke polisi kadang cepat bebas," tulis salah satu pengguna Instagram di kolom komentar.
"Koruptor dong arak begini sekalian," komentar netizen lainnya.
"Memang mereka meresahkan, saya juga punya kebun. Kalau ada yang nyuri itu sakit hati banget," tulis netizen lainnya.
"Durian mahal, tapi harga malu ternyata lebih mahal lagi. Semoga jadi pelajaran buat semua," tulis seorang warganet.