Komplotan Pencuri Motor Todongkan Senjata Api di Duren Sawit

Komplotan Pencuri Motor Todongkan Senjata Api di Duren Sawit

Tiga orang pelaku pencurian sepeda motor melakukan aksi penodongan senjata api terhadap petugas keamanan di sebuah indekos kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Sabtu (9/5/2026) siang. Peristiwa yang terekam kamera pengawas tersebut kini viral setelah diunggah melalui media sosial, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

Para pelaku diduga berbagi peran saat melancarkan aksinya dengan satu orang masuk ke area parkir, sementara dua lainnya berjaga di pos keamanan dan di atas motor. Petugas keamanan setempat sempat berupaya menggagalkan pencurian tersebut dengan cara menutup portal akses keluar sebelum diancam oleh pelaku.

Petugas keamanan indekos, Kevin Gabriel Sihombing, mengonfirmasi bahwa insiden bermula saat dirinya sedang memantau monitor CCTV dan melihat pergerakan mencurigakan dari para pelaku. Ia segera bertindak untuk memastikan situasi di area luar pos saat menyadari adanya penyusupan.

"Awalnya saya lihat dari CCTV tuh ada dua orang masuk. Nah, (pelaku) satu tuh nunduk dari bawah pos, terus masuk ke parkiran. Saya langsung bangun ngelihat ke arah jendela, nanya yang nunggu di tiang listrik tuh, ‘Ngapain Bang? Mau ngapain Bang? Mau ngapain lu?’" kata Gabriel, Senin (11/5/2026).

Gabriel menjelaskan bahwa situasi memanas ketika salah satu pelaku berhasil menghidupkan mesin motor curian dan berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian. Rekan pelaku lainnya bertugas memberikan perlindungan dengan melakukan intimidasi menggunakan senjata api kepada petugas yang berjaga.

"Tiba-tiba temennya ini dari parkiran tuh langsung ngambil motor langsung ngebut. Temen yang satu lagi yang megang beceng langsung nodong saya sambil bilang, ‘Diem kamu, diem kamu!’ kata dia gitu," ujar Gabriel.

Pihak keamanan sempat berupaya melakukan pengejaran setelah pelaku berhasil keluar dari area pintu gerbang indekos. Namun, upaya tersebut terhambat karena pelaku melepaskan tembakan untuk menakut-nakuti orang yang mencoba mendekat.

"Sempat saya tarik temen saya, karena takut juga ya kena tembak, kan. Nah, setelah saya tarik, saya buka lagi pintu, baru kita kejar. Pas kita kejar baru dia buang tembakan ke atas. Itu kayaknya juga dikejar sama Gojek," katanya.

Berdasarkan keterangan saksi, pelaku hanya mengeluarkan satu kali tembakan ke udara selama proses pelarian diri dari kejaran massa. Gabriel meyakini bahwa kelompok yang sama sebelumnya pernah mendatangi lokasi tersebut pada bulan Maret lalu.

"Sekali, buang tembakan. Kalau saya lihat sih kayaknya udah pernah ke sini. Waktu itu tanggal 1 Maret kayaknya. Saya pernah ngelihat mereka masuk, tapi saya keluarin tangan saya, mereka tuh langsung kabur lagi," jelasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi