Sejumlah Perguruan Tinggi Negeri ternama seperti Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, hingga Universitas Airlangga masih membuka pendaftaran jalur mandiri berbasis nilai rapor dan UTBK pada Mei 2026. Jalur ini menjadi kesempatan bagi lulusan SMA sederajat tahun 2024 hingga 2026 yang belum lolos seleksi nasional untuk melanjutkan studi ke jenjang sarjana maupun diploma.
Universitas Indonesia menyediakan Jalur Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB) untuk jenjang Vokasi dan S1 Reguler yang pendaftarannya dibuka mulai 15 Mei hingga 19 Juni 2026. Melansir data dari Kompas TV, seleksi ini berbayar Rp 900.000 dengan fokus penilaian pada prestasi akademik sekolah bagi siswa kelas 12 yang lulus pada tahun ini.
Sementara itu, Universitas Brawijaya membuka Seleksi Masuk UB (SMUB) jalur nilai rapor pada 7 hingga 28 Mei 2026 dengan biaya pendaftaran Rp 500.000. Calon mahasiswa dapat memilih maksimal dua program studi dan menyertakan hingga tiga sertifikat prestasi sebagai pendukung penilaian utama dari nilai rapor SMA.
Universitas Negeri Jakarta juga menyelenggarakan Penmaba jalur portofolio akademik rapor hingga 31 Mei 2026 bagi lulusan yang tidak mengambil slot di SNBP atau SNBT. Institut Teknologi Sepuluh Nopember mengikuti dengan jalur SMITS FLAT yang pendaftarannya berakhir pada 6 Mei 2026, namun proses verifikasi datanya berlangsung pada 12 hingga 13 Mei 2026.
Universitas Airlangga menawarkan variasi jalur mandiri yang lebih luas, termasuk Mandiri Prestasi yang pendaftarannya dibuka sampai 28 Mei 2026. Berdasarkan informasi dari Detik com, Unair juga membuka jalur Mandiri UTBK Plus mulai 11 Mei 2026 yang mengombinasikan nilai ujian nasional dengan tes mata pelajaran sistem Computer Based Test di Surabaya.
Sebagai acuan strategi memilih jurusan di Unair, terdapat data keketatan program studi dari seleksi tahun sebelumnya. Berikut adalah daftar program studi dengan tingkat persaingan terendah di Universitas Airlangga berdasarkan data seleksi mandiri 2025:
| Kategori | Program Studi | Persentase Keketatan |
|---|---|---|
| Saintek | Kebidanan | 59,76% |
| Saintek | Rekayasa Nanoteknologi | 53,01% |
| Saintek | Fisika | 52,94% |
| Saintek | Akuakultur | 52,34% |
| Saintek | Kesehatan Masyarakat (Banyuwangi) | 52,34% |
| Saintek | Matematika | 45,33% |
| Saintek | Keperawatan | 43,86% |
| Saintek | Biologi | 40,85% |
| Saintek | Kedokteran Hewan (Banyuwangi) | 36,36% |
| Saintek | Teknologi Sains Data | 31,03% |
| Soshum | Ilmu Sejarah | 53,19% |
| Soshum | Ilmu Informasi Dan Perpustakaan | 51,72% |
| Soshum | Bahasa Dan Sastra Jepang | 51,47% |
| Soshum | Bahasa Dan Sastra Indonesia | 48,61% |
| Soshum | Antropologi | 43,75% |
| Soshum | Ekonomi Islam | 40,10% |
| Soshum | Bahasa Dan Sastra Inggris | 38,57% |
| Soshum | Sosiologi | 34,87% |
| Soshum | Ekonomi Pembangunan | 22,20% |
| Soshum | Ilmu Politik | 21,60% |
Di Jawa Tengah, Universitas Jenderal Soedirman membuka SPMB Mandiri 2026 melalui jalur UTBK dan Non UTBK sejak 4 Mei hingga 8 Juni 2026 untuk gelombang pertama. Merujuk laporan Tirto id, peserta jalur Non UTBK Unsoed diwajibkan mengunggah nilai rapor semester 1 sampai 5 serta bersedia membayar Iuran Pengembangan Institusi jika dinyatakan lolos seleksi.
Seleksi mandiri di Unsoed mengizinkan pendaftar memilih hingga empat program studi yang terdiri dari dua prodi Sarjana Reguler dan dua prodi Diploma. Jadwal pengumuman hasil seleksi mandiri dari berbagai PTN ini bervariasi, mulai dari akhir Mei hingga Juli 2026 mendatang.