Pendaki Asal Sukabumi Tewas di Gunung Rinjani Akibat Serangan Jantung

Pendaki Asal Sukabumi Tewas di Gunung Rinjani Akibat Serangan Jantung

Seorang pendaki bernama Endang Subarna (48) asal Kabupaten Sukabumi meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pihak keluarga mengungkapkan bahwa almarhum sempat menyampaikan pesan terakhir sebelum berangkat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (14/5), seperti dilansir dari Detik Travel. Korban tiba-tiba terjatuh lalu kehilangan kesadaran ketika berada di jalur pendakian Rinjani via Sembalun, tepatnya di sekitar kawasan Bukit Penyesalan.

Endang tercatat sebagai warga Kampung Cagar Alam, RT 01/RW 03, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Sukabumi. Ketua RW 03 Desa Sekarwangi, Rahmat Nugraha, memberikan klarifikasi terkait riwayat kesehatan korban sebelum mendaki.

Rahmat mengungkapkan bahwa Endang sebenarnya mengidap penyakit gangguan pernapasan. Korban diduga memaksakan kondisi fisiknya karena keinginan yang kuat untuk mendaki, hingga akhirnya mengalami serangan jantung di jalur terjal antara Pos 2 menuju Pos 3.

"Adapun emang pada dasarnya mempunyai riwayat sesak napas gitu. Mungkin dikarenakan dia memaksakan diri untuk mendaki, akhirnya terjadilah musibah hilangnya nyawa," kata Rahmat.

Tim SAR yang menerima laporan segera melakukan evakuasi terhadap jasad korban dari kawasan Gunung Rinjani. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Endang langsung diterbangkan menuju wilayah Jawa Barat.

Pesawat yang mengangkut jenazah tiba di bandara pada Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Pihak keluarga kemudian membawa jenazah menggunakan mobil ambulans pada pukul 13.15 WIB menuju daerah Cisarua.

Rahmat menjelaskan bahwa jenazah Endang sengaja tidak dibawa ke rumah duka di RW 03 Desa Sekarwangi. Pihak keluarga langsung mengarahkannya ke daerah Cisarua, Cibodas, Kecamatan Nagrak.

Langkah tersebut diambil oleh pihak keluarga demi memenuhi wasiat yang disampaikan oleh almarhum kepada istrinya sebelum melakukan perjalanan ke Gunung Rinjani.

"Kenapa sampai bisa dimakamkan di kampung halamannya? Karena ada pesan dari mendiang suaminya, kata istrinya, kalau misalkan pendek usia, untuk ke depannya pengen dimakamkan katanya di dekat pemakaman ibu bapaknya yang berada di TPU Cisarua, Cibodas, Nagrak gitu," tutur Rahmat.

Rombongan ambulans yang membawa jenazah korban dilaporkan sampai di Cisarua, Cibodas sekitar pukul 15.30 WIB. Kendati demikian, proses pemakaman sempat tertunda karena wilayah setempat sedang dilanda hujan deras.

Prosesi pemakaman baru dilaksanakan setelah situasi dinilai aman dan intensitas hujan mulai berkurang. Sekitar pukul 16.30 WIB, almarhum Endang Subarna akhirnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cisarua, Cibodas, Nagrak.

Jenazah korban kini telah dimakamkan tepat di samping makam kedua orang tuanya, sesuai dengan permintaan terakhir yang ia sampaikan.

Artikel terkait

Rekomendasi