PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan pendampingan intensif bagi korban kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam. Insiden tragis tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Travel pada Sabtu, 2 Mei 2026, tercatat sebanyak 106 penumpang KRL menjadi korban terdampak. Dari jumlah tersebut, 76 pelanggan telah kembali ke rumah, 24 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara 16 orang dinyatakan wafat dan seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek selamat.
Sebagai bentuk empati, masyarakat memenuhi area akses masuk Stasiun Bekasi Timur dengan karangan bunga dan foto kolase para korban yang seluruhnya merupakan perempuan. Gelombang simpati ini juga meluas ke media sosial melalui doa serta dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan maupun para penyintas kecelakaan tersebut.
Pihak manajemen KAI memastikan bahwa seluruh kebutuhan medis dan psikologis para pelanggan yang terdampak akan terus dipantau melalui posko informasi. Selain penanganan kesehatan, KAI juga memfasilitasi pengembalian 115 barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kejadian pasca-tabrakan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa prioritas perusahaan saat ini adalah memastikan pemulihan total bagi setiap pelanggan. Layanan dukungan kini telah diperluas mencakup aspek psikososial untuk mengatasi trauma mendalam akibat peristiwa tersebut.
"Kami memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu. Karena itu, kami terus mendampingi pelanggan dan keluarga, memastikan kebutuhan selama perawatan dapat terpenuhi, serta menghadirkan layanan trauma healing agar proses pemulihan dapat berjalan lebih tenang," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Anne menambahkan bahwa Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur akan tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026 untuk melayani kesehatan lanjutan dan koordinasi administrasi. Sejak operasional stasiun kembali berjalan pada 28 April, volume pengguna KRL tercatat mencapai 15.774 pengguna masuk dan 20.575 pengguna keluar.
Komitmen jangka panjang juga diberikan kepada keluarga korban meninggal dunia dalam bentuk jaminan pendidikan bagi anak-anak mereka. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa fokus utama perusahaan kini tertuju pada pemulihan keluarga korban dan peningkatan standar keselamatan perjalanan kereta api.
"Kami tak hentinya menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan dan keluarga atas kejadian di Stasiun Bekasi Timur. Kami akan terus mendampingi setiap keluarga dan pelanggan dalam proses pemulihan ini. Doa dan kepedulian yang hadir menjadi penguat bagi kami untuk terus menjaga keselamatan ke depan," kata Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.
Kecelakaan ini bermula ketika sebuah taksi mengalami gangguan mesin di atas perlintasan rel dan tertemper KRL jurusan Cikarang-Jakarta. KRL yang terhenti akibat tabrakan pertama tersebut kemudian ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta di jalur yang sama.