Aktivitas pendaratan pesawat jet pribadi di Bandara Internasional Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengalami peningkatan signifikan guna membawa investor serta pejabat tinggi negara yang meninjau pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Jumat (8/5/2026).
Intensitas penerbangan ini meningkat pasca kunjungan Presiden Prabowo Subianto pada Januari 2026 sebagai indikator berfungsinya mobilitas logistik di kawasan tersebut. Transformasi bandara dari status VVIP menjadi internasional merupakan langkah strategis guna memenuhi tuntutan investasi global.
Meskipun perubahan status resmi masih menunggu penandatanganan Presiden Prabowo Subianto, operasional gerbang udara utama IKN ini telah berjalan efektif. Fasilitas infrastruktur dibangun di atas lahan seluas 621 hektar milik Badan Bank Tanah dengan spesifikasi teknis kelas dunia.
Sisi udara bandara memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter dan lebar 45 meter, yang melebihi kapasitas Bandara Sepinggan maupun Bandara Aji Pangeran Temenggung Pranoto. Apron bandara dirancang mampu menampung pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 hingga Airbus A380 secara simultan.
Pembangunan ini berpedoman pada Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2023 yang mengoordinasikan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Otorita IKN. Saat ini, pengembangan memasuki tahap pelelangan fasilitas bea cukai, imigrasi, dan karantina guna melengkapi fungsi internasional.
Plt Kepala Bandara Internasional Nusantara, Imam Alwan, merinci total investasi sisi udara mencapai Rp 4,2 triliun untuk konstruksi fisik dan navigasi. Sementara itu, pembangunan terminal dan akses darat menelan anggaran sebesar Rp 800 miliar dengan biaya operasional tahunan diproyeksikan sebesar Rp 9 miliar.
Imam Alwan menegaskan bahwa kesuksesan pendaratan berulang jet pribadi merupakan bukti stabilitas sistem navigasi dan kesiapan operasional bandara.
"Bandara Internasional Nusantara telah menunjukkan performa yang sangat stabil. Fakta bahwa sejumlah jet pribadi telah mendarat dengan mulus berkali-kali di sini membuktikan bahwa kesiapan operasional, mulai dari sisi udara hingga navigasi, sudah berada pada level yang diharapkan," terang Imam Alwan.
Kehadiran pesawat-pesawat korporat tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan pasar terhadap aksesibilitas ibu kota baru Indonesia. Fasilitas ini diproyeksikan tidak hanya menjadi akses pejabat, namun juga hub logistik utama untuk mempercepat distribusi barang di wilayah Kalimantan Timur.
"Tantangan ke depan bagi kami adalah menjaga konsistensi layanan di tengah meningkatnya minat kunjungan ke IKN Tahap II," cetus Imam Alwan.