Penemuan kerangka keempat Homo habilis yang lebih lengkap pada Januari 2026 mengungkap anatomi yang sangat berbeda dari manusia modern. Peneliti kini mempertanyakan status spesies purba berusia 2 juta tahun tersebut sebagai leluhur manusia terawal.
Deskripsi kerangka baru ini memicu perdebatan besar di kalangan ahli paleoantropologi mengenai batasan genus Homo. Data mengenai temuan yang memperumit silsilah evolusi ini dilansir dari Detik iNET berdasarkan laporan Live Science.
Pakar paleoantropologi dari George Washington University memberikan pandangan terkait perluasan definisi klasifikasi yang terjadi saat ini.
"Seiring makin banyaknya fosil yang kami temukan, kami memperluas definisi genus Homo. Mungkin kali ini kami memperluasnya terlalu jauh" ujar Bernard Wood, ahli paleoantropologi di George Washington University.
Wood bersama Mark Collard dari Simon Fraser University menyarankan agar Homo habilis dipindahkan ke genus Australopithecus bersama fosil Lucy, sehingga namanya berubah menjadi Australopithecus habilis.
Di sisi lain, ahli paleoantropologi dari American Museum of Natural History menyoroti bentuk fisik lengan dari fosil terbaru yang ditemukan.
"Sangat mirip australopith," ungkap Ian Tattersall, ahli paleoantropologi American Museum of Natural History.
Tattersall menilai karakteristik lengan panjang tersebut menjadi indikasi jelas bahwa spesies ini bukan bagian dari genus manusia. Meski demikian, ia tidak setuju Homo habilis digabung dengan genus Lucy karena ukuran otak dan gigi spesies ini masih menyerupai manusia, sehingga harus memiliki genus sendiri.
Sisi berbeda disampaikan oleh antropolog dari University of Missouri yang menilai struktur lengan tidak serta-merta menggugurkan klasifikasi genus.
"Proporsi anggota tubuh mirip kera tak selalu memberi banyak informasi," kata Carol Ward, antropolog University of Missouri.
Menurut Ward, nenek moyang manusia bertransisi secara bertahap dari australopith ke Homo dengan mempertahankan lengan panjang untuk memanjat pohon sebelum sepenuhnya berjalan di tanah.
"Kerangka H. habilis justru mendukung gagasan mungkin ada transisi lebih bertahap dari australopith ke Homo," sebut Ward.