Dua remaja pria bersenjata menembak mati tiga orang di Islamic Center of San Diego, Amerika Serikat, pada Senin, 19 Mei 2026, lalu menyiarkan serangan tersebut secara langsung serta membagikan dokumen manifes bermuatan ideologi rasis.
Dilansir dari CNN, otoritas keamanan mengidentifikasi kedua pelaku sebagai Cain Clark yang berusia 17 tahun dan Caleb Vazquez yang berusia 18 tahun. Rekaman video memperlihatkan pelaku melepaskan tembakan dari dalam masjid terbesar di wilayah tersebut menggunakan senjata yang dibubuhi simbol supremasi kulit putih dan Nazi. Setelah beraksi, kedua pelaku ditemukan tewas bunuh diri di dalam sebuah mobil di lingkungan sebelah selatan masjid.
Penyidik dari Biro Investigasi Federal (FBI) wilayah San Diego kini sedang menganalisis dokumen manifes setebal 75 halaman yang berisi kebencian terhadap budaya non-kulit putih serta kekaguman terhadap pelaku penembakan massal terdahulu. Peneliti dari Institute for Strategic Dialogue (ISD) menyatakan bahwa dokumen tersebut sah karena isinya selaras dengan siaran langsung pelaku dan merujuk pada akun media sosial milik mereka.
Insiden berdarah ini terjadi tepat pada hari pertama bulan suci Zulhijah dalam kalender Islam. Komunitas Muslim di San Diego kini berupaya saling menguatkan di tengah kedukaan mendalam akibat kehilangan tiga anggota jemaah mereka.
"When it happens in your own neighborhood to people you actually know it's just, uh, it just destroys you in a way that some people have to build themselves back up out of fear," ujar Yusef Miller, seorang perwakilan komunitas Muslim setempat kepada 10news.com.
Miller menambahkan bahwa periode sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah merupakan momen yang sangat diberkati bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah. Komunitas setempat berkomitmen untuk tetap tegar dan terus melakukan aksi sosial di lingkungan mereka meski sedang dilanda tragedi.
"These first 10 days are very blessed in the faith of Islam, especially during the daytime of doing good deeds, praying more, giving charity more," kata Yusef Miller.
Bagi sebagian umat Islam, bulan ini diisi dengan ibadah haji ke Masjidil Haram di Mekah. Miller menjelaskan prosesi ibadah tersebut melibatkan ritual mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali.
"It is the first mosque in Islam. That's what it is. It's really a mosque," ucap Yusef Miller.
Umat Islam yang tidak berangkat haji biasanya mengisi hari-hari suci ini dengan berpuasa dan beribadah di tempat masing-masing. Miller menegaskan bahwa komunitasnya akan terus menebar berkah dan menerima kasih sayang dari sesama di tengah situasi sulit ini.
"So people go there and they go around 7 times with the final time at the black stone," tutur Yusef Miller.
Pihak kepolisian juga menemukan sebuah kaleng gas merah berlambang Nazi yang dikeluarkan dari mobil tempat kedua pelaku bunuh diri. Dokumen tertulis pelaku menunjukkan pengaruh budaya "incel" online, masalah kesehatan mental, hingga penerapan teori konspirasi rasis dalam merencanakan aksi mereka.
"We're gonna continue to have mercy. We're gonna continue to do blessings and give charity, and we're gonna continue in this tragedy to accept love," kata Yusef Miller.
Dalam dokumen tersebut, Vazquez memuji Adolf Hitler sebagai pahlawan dan mengaku telah mempelajari tata letak target menggunakan citra satelit. Sementara Clark menuliskan bahwa dirinya memang tidak berniat untuk selamat dari serangan dan meramal tidak akan merasakan penyesalan.
"The best thing for us to do is focus on the creator, focus on Allah," ujar Yusef Miller.
Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) Amerika Serikat sebelumnya telah memperingatkan peningkatan risiko serangan dari kelompok ekstremis kekerasan nihilistik yang kerap menyiarkan langsung aksinya demi mendapat perhatian daring. Pakar ekstremisme dari ISD menyatakan bahwa retorika neo-Nazi yang eksplisit dari kedua remaja ini mengindikasikan keterlibatan mereka dalam jaringan akselerasionis militan.
"There’s pretty strong indications that these folks were neo-Nazis, specifically militant accelerationists," kata Cody Zoschak, analis senior di ISD.