Pemerintah mencatat sebanyak 61,9 juta jiwa telah menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Rabu (13/5/2026) di seluruh Indonesia. Capaian tersebut mencakup 74,8 persen dari total target sasaran yang ditetapkan sebanyak 82,9 juta penerima manfaat.
Data realisasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, dalam pemaparannya di Jakarta. Dilansir dari Detik Finance, angka partisipasi ini terus meningkat seiring dengan perluasan jangkauan layanan di berbagai wilayah.
"Berdasarkan data BGN per 12 Mei 2026, jumlah penerima manfaat yang terdata mencapai 61.991.412 atau 71,8% dari total target 82,9 penerima," ujar Qodari, Kepala Bakom RI.
Operasional program ini ditopang oleh 28.390 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di daerah-daerah. Namun, pemerintah juga melakukan tindakan tegas dengan memberhentikan sementara 1.738 unit SPPG karena kedapatan tidak memenuhi standar kualitas yang berlaku.
Selain infrastruktur fisik, pemerintah telah menerbitkan 15.735 sertifikasi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk mendukung pengawasan program. Jumlah ini setara dengan 55,42 persen dari target sertifikasi tenaga ahli yang dibutuhkan lapangan.
Upaya perbaikan tata kelola turut dilakukan melalui peluncuran pusat aduan resmi bernama Sentra Aduan Gizi Indonesia (SAGI) dengan maskot SAGI. Layanan call center 127 disediakan sebagai kanal komunikasi bagi masyarakat yang ingin memberikan laporan atau masukan terkait distribusi makanan.
Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat sudah ada 3.615 pengaduan yang masuk melalui sistem tersebut untuk ditindaklanjuti oleh otoritas terkait.
"Pemerintah memahami bahwa program sebesar MBG membutuhkan penyempurnaan secara terus-menerus. Karena itu, setiap masukan dari berbagai elemen masyarakat menjadi perhatian pemerintah. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki dan memperkuat pelaksanaan program MBG," ujar Qodari, Kepala Bakom RI.