Pengadilan di Shanghai, China, memenangkan gugatan seorang mantan manajer operasional bermarga Liu terhadap perusahaan manajemen properti tempatnya bekerja setelah ia dipecat secara ilegal. Majelis hakim memerintahkan perusahaan membayar kompensasi total mencapai 690.000 yuan atau setara Rp 1,7 miliar.
Keputusan hukum ini berawal dari pemutusan kontrak kerja yang diterima Liu pada akhir 2023 dengan alasan suaminya menjabat sebagai general manager di perusahaan pesaing. Sebagaimana dilansir dari Wolipop, manajemen perusahaan menilai hubungan suami-istri tersebut berpotensi memberikan dampak negatif terhadap stabilitas bisnis mereka.
Liu yang telah mengabdi di perusahaan tersebut sejak 2006 tidak menerima alasan pemecatan tersebut dan mengajukan arbitrase tenaga kerja pada Februari 2024. Pihak komite arbitrase awalnya mendukung tuntutan Liu, namun perusahaan menolak membayar dan memilih membawa kasus ini ke persidangan formal di pengadilan.
Selama proses persidangan, pihak manajemen perusahaan mengklaim bahwa posisi strategis Liu memberikannya akses luas terhadap informasi rahasia dan data penting organisasi. Perusahaan juga menuding bahwa suami Liu sebenarnya menjalankan operasional perusahaan kompetitor menggunakan nama ibunya sebagai kedok formal.
Bukti yang diajukan perusahaan mencakup unggahan media sosial yang menunjukkan suami Liu menghadiri pameran industri dengan label general manager dari perusahaan rival. Di hadapan hakim, Liu secara tegas menyangkal tuduhan bahwa dirinya mengetahui atau menyimpan informasi rahasia yang dapat merugikan perusahaan.
Hakim menyatakan perusahaan gagal membuktikan adanya kerugian nyata atau penyalahgunaan posisi yang dilakukan oleh suami Liu untuk kepentingan pihak lain. Pengadilan menegaskan bahwa bekerja di industri yang sama bagi pasangan suami istri merupakan fenomena yang lazim terjadi di masyarakat.
Berdasarkan tinjauan hukum ketenagakerjaan di China, aturan mengenai non-kompetisi hanya dapat diterapkan pada tingkat eksekutif senior atau tenaga teknis khusus dengan perjanjian tertulis. Karena Liu bukan pejabat tinggi dan tidak pernah menandatangani klausul tersebut, pemecatan atas dasar kecurigaan persaingan bisnis dianggap tidak sah.