Polisi Siagakan 997 Personel Amankan Empat Demonstrasi di Jakarta Pusat

Polisi Siagakan 997 Personel Amankan Empat Demonstrasi di Jakarta Pusat

Sebanyak empat aksi unjuk rasa mahasiswa dijadwalkan berlangsung di sejumlah titik strategis wilayah Jakarta Pusat pada Rabu (13/5/2026). Pihak kepolisian telah menyiapkan ratusan personel guna memastikan keamanan di lokasi-lokasi yang menjadi sasaran penyampaian aspirasi tersebut.

Pengamanan ketat dilakukan menyusul rencana demonstrasi yang tersebar di beberapa kantor kementerian dan lembaga negara. Dilansir dari Megapolitan, Iptu Erlyn Sumantri selaku Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat menjelaskan bahwa gelombang aksi dimulai sejak pagi hari.

Himpunan Mahasiswa Pemuda Konawe Selatan tercatat sebagai kelompok pertama yang melakukan aksi di depan Kantor Kementerian Agama, Sawah Besar. Berdasarkan keterangan kepolisian, massa direncanakan berkumpul di lokasi tersebut pada pukul 10.00 WIB.

"Jam 10.00 WIB ada unjuk rasa dari Himpunan Mahasiswa Pemuda Konawe Selatan di Kantor Kementerian Agama," ujar Erlyn dalam keterangan tertulisnya.

Memasuki siang hari, giliran Jaringan Mahasiswa Hukum Indonesia yang menyambangi Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Menteng mulai pukul 11.00 WIB. Konsentrasi massa kemudian berlanjut ke Jalan Medan Merdeka Selatan dan wilayah Sudirman pada pukul 13.00 WIB.

Aksi di Gambir melibatkan mahasiswa BEM Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Indraprasta PGRI. Sementara itu, Gerakan Mahasiswa Peduli Demokrasi memilih lokasi di depan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Iptu Erlyn Sumantri memerinci bahwa total terdapat 997 personel gabungan yang dikerahkan untuk menjaga kondusivitas di Jakarta Pusat selama hari Rabu tersebut. Penjagaan difokuskan agar aktivitas masyarakat umum tidak terganggu oleh keberadaan massa.

"Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berlangsung," tutur Erlyn.

Penerapan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi bersifat situasional. Pihak kepolisian akan melihat perkembangan jumlah massa di lapangan sebelum memutuskan penutupan jalan atau pengalihan arus kendaraan guna mencegah kemacetan panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi