Pasangan pengantin melaporkan pihak wedding organizer bernama Marwah Catering kepada aparat kepolisian atas dugaan penipuan dalam acara pernikahan mereka di Islamic Centre Bekasi pada Sabtu, 23 Mei 2026. Tindakan hukum ini diambil setelah seluruh vendor resepsi yang dijanjikan tidak hadir hingga mengakibatkan acara gagal total.
Akibat ketidakhadiran para vendor tersebut, pihak keluarga terpaksa menyelenggarakan prosesi akad nikah secara sederhana dengan kondisi yang serba terbatas. Kegagalan acara ini juga memicu kerugian materiil serta emosional yang mendalam bagi pihak keluarga mempelai.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah mempelai perempuan membagikan kisah pilunya melalui sebuah rekaman video. Berdasarkan laporan dari media Suara, video kekecewaan pengantin tersebut kemudian menjadi viral di media sosial setelah diunggah kembali oleh akun Instagram @lambe_turah.
"Acara saya yang tidak terlaksana dan tidak berjalan. Harusnya berjalan akad dan resmi tapi vendor ini tidak datang. Tidak ada dekor, tidak ada catering, tidak videographer photographer, entertainment itu batal semua," ungkap mempelai perempuan dalam video tersebut.
Menurut penjelasannya, hanya ada beberapa petugas yang bersedia hadir ke lokasi acara di Islamic Centre Bekasi pada hari pelaksanaan tersebut. Pihak yang datang meliputi penata rias (MUA), penata rambut, serta pembawa acara (MC).
"Yang datang itu hanya MUA, Hairdo, MC. Itu ada yang belum dibayar sama Marwah tapi mereka masih membantu akad saya. Dan tidak dilakukan resepsi," lanjut mempelai perempuan.
Meskipun beberapa kru tetap membantu jalannya akad nikah, sebagian dari mereka dikabarkan belum menerima pembayaran dari pihak pengelola Marwah Catering. Situasi di lokasi acara dilaporkan kacau karena tidak tersedianya pelaminan, dekorasi, makanan, maupun perlengkapan resepsi lainnya saat keluarga dan tamu undangan mulai berdatangan.
Peristiwa ini memicu keprihatinan yang luas dari para pengguna internet di media sosial. Banyak warganet yang memberikan dukungan moril kepada pasangan pengantin tersebut dalam menghadapi situasi sakral yang berujung kekecewaan ini.
"Biar Allah ganti dengan yang berlipat ganda rezeki kalian kak," tulis salah satu netizen.
Hingga saat ini, laporan resmi terkait kasus dugaan penipuan oleh jasa penyelenggara pernikahan tersebut telah diserahkan kepada pihak berwajib untuk diproses secara hukum.