PPIH Siagakan 30 Personel Antisipasi Kepadatan Jemaah di Bir Ali

PPIH Siagakan 30 Personel Antisipasi Kepadatan Jemaah di Bir Ali

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Madinah memperketat pengawasan di kawasan miqat Bir Ali menyusul lonjakan signifikan arus jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah pada pertengahan Mei 2026. Langkah ini diambil guna memastikan kelancaran proses pengambilan miqat di tengah kepadatan jadwal keberangkatan antar-kloter yang berdekatan.

Hingga Selasa (12/5/2026), tercatat sebanyak 88 ribu jemaah yang terbagi dalam 225 kloter telah melintasi titik krusial ini. Volume pergerakan diprediksi mencapai puncaknya pada Kamis (14/5/2026) dengan jadwal keberangkatan 23 kloter, setelah sebelumnya terdapat 16 kloter yang bergerak pada Rabu.

Kepala Sektor Bir Ali, Divia Ardianto, mengonfirmasi pengerahan lebih dari 30 personel untuk menjaga alur mobilitas di lokasi tersebut. Para petugas disebar pada delapan titik strategis untuk mengarahkan jemaah, khususnya pada waktu pagi yang menjadi periode tersibuk di kawasan miqat.

"Pada pagi hari pergerakan jemaah sangat padat karena banyak kloter diberangkatkan dalam waktu berdekatan. Karena itu petugas disebar di banyak titik agar alur jemaah tetap terjaga," ujar Divia Ardianto dalam siaran pers Kemenhaj sebagaimana dikutip dari inilah.com.

Peningkatan jumlah petugas tahun ini diklaim sebagai salah satu yang terbanyak dibandingkan musim haji sebelumnya. Selain mengatur arus, tim di lapangan fokus menangani potensi kendala akibat keterbatasan akses fasilitas umum, seperti toilet, yang sering memicu antrean panjang saat bus-bus jemaah tiba secara bersamaan.

"Kalau fasilitas belum siap sementara jemaah datang dalam jumlah besar, tentu bisa menghambat pergerakan. Karena itu petugas harus cepat mengurai kepadatan," kata Divia.

Divia Ardianto juga memastikan bahwa operasional di Bir Ali, yang kini memasuki hari ke-14, tetap memprioritaskan kenyamanan jemaah lanjut usia. Setelah melewati puncak kepadatan pada Kamis, operasional keberangkatan dijadwalkan akan ditutup pada Jumat dengan keberangkatan tiga kloter terakhir menuju Makkah.

"InsyaAllah seluruh jemaah tetap bisa diberangkatkan sesuai jadwal dan terlayani dengan baik," ujar Divia.

Berdasarkan data operasional, pergerakan masif ini menuntut ketepatan waktu keberangkatan agar tidak mengganggu jadwal rangkaian ibadah di Tanah Suci Makkah.

Artikel terkait

Rekomendasi