Seorang pria pengendara sepeda listrik atau e-bike mengalami cedera serius setelah menerobos lampu merah dan bertabrakan dengan sebuah mobil di persimpangan jalan kota Gilbert, Arizona, pada Sabtu, 30 Mei 2026 pagi.
Departemen Kepolisian Gilbert melaporkan insiden tersebut terjadi sebelum pukul 10.00 pagi di dekat Power Road dan Haven Crest Drive, tepat di sebelah utara Queen Creek Road. Korban yang berkendara tanpa mengenakan helm langsung dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Tim Rekonstruksi Kecelakaan dari Kepolisian Gilbert dikerahkan ke lokasi guna menyelidiki penyebab pasti tabrakan, sementara pembatasan jalur di sekitar area kejadian sempat diberlakukan selama proses investigasi berlangsung. Insiden tragis ini memicu perhatian publik terkait keselamatan berkendara seiring melonjaknya penggunaan sepeda motor listrik di wilayah tersebut.
Kecelakaan di Gilbert ini bertepatan dengan meningkatnya kekhawatiran warga di kawasan Phoenix mengenai penegakan hukum lalu lintas bagi pengguna sepeda listrik, terutama setelah adanya insiden hampir celaka yang melibatkan anak-anak di bawah umur.
Warga Phoenix, Jeff Rosenthal menyatakan bahwa e-bike kini menjadi pemandangan sehari-hari di area Desert Ridge, terutama saat musim libur sekolah tiba di mana semakin banyak anak-anak yang mengendarainya. Rosenthal sempat merekam video yang memperlihatkan tiga orang mengendarai satu sepeda listrik secara bersamaan dan menerobos lampu merah di persimpangan 56th Street dan Deer Valley Road hingga hampir menabrak kendaraan lain.
"I can't even tell you, like, just the sheer horror I saw when I saw them proceed through the intersection," kata Jeff Rosenthal, warga Phoenix.
Rosenthal menambahkan bahwa unggahannya di media sosial Facebook bertujuan agar para orang tua lebih waspada dan mengetahui aktivitas anak-anak mereka di jalan raya.
"The light's still green on the other side. I posted this to Facebook, and it wasn't more just like, 'hey, you're in trouble. You shouldn't do that.' It's more just to be hyper-aware, and some parents don't even know their kids are doing this. So I hope that more parents will see this, see what their kids are doing," ujar Jeff Rosenthal.
Sejumlah warga di area Desert Ridge menyebutkan banyak anak-anak mengendarai sepeda bermotor secara ugal-ugalan, melanggar aturan lalu lintas, hingga memicu kecelakaan. Warga mengaku telah berulang kali menghubungi pihak Kepolisian Phoenix, namun menilai tindakan penanganan yang diambil masih sangat minim.
Berdasarkan data Badan Legislatif Arizona, regulasi hukum membagi e-bike ke dalam tiga kelas operasional. Kelas satu merupakan e-bike dengan bantuan pedal hingga kecepatan 20 mil per jam (mph), kelas dua dapat berjalan menggunakan tuas gas tanpa dikayuh hingga 20 mph, sedangkan kelas tiga mengandalkan bantuan pedal dengan kecepatan mencapai 28 mph sebelum motor penggerak otomatis mati.
Guna mengatasi maraknya pelanggaran berkendara, berbagai kota di Arizona mulai memperketat aturan e-bike sepanjang tahun ini. Regulasi baru tersebut mencakup larangan melintas di taman, pembatasan kecepatan di trotoar, kewajiban penggunaan helm, batas usia minimal 16 tahun, denda bagi pengendara ceroboh, kelas keselamatan wajib, hingga sanksi pidana mengemudi di bawah pengaruh alkohol (DUI).