Anggota TNI Pengeroyok Penjaga Toko Kelontong Kemayoran Sepakat Berdamai

Anggota TNI Pengeroyok Penjaga Toko Kelontong Kemayoran Sepakat Berdamai

Seorang penjaga toko kelontong bernama Dedi dilaporkan telah meninggalkan RS Polri Kramat Jati untuk menjalani pemulihan di rumah setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah oknum prajurit TNI AD di Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (3/5/2026).

Insiden yang mengakibatkan kerusakan fisik pada toko Adi Jaya tersebut dipicu oleh perselisihan terkait biaya administrasi transaksi QRIS antara seorang prajurit dengan penjaga toko, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

Ketua RT 09 RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Bambang, mengonfirmasi bahwa korban saat ini sudah berada di kediamannya di kawasan Tanjung Priok meskipun kondisinya belum pulih sepenuhnya.

"Korban kemarin sempat dirawat di RS Kramat Jati. Nah sekarang (korban) sudah ada di rumah," ujar Bambang saat dijumpai di lokasi kejadian, Selasa (5/5/2026).

Bambang menambahkan bahwa Dedi menjaga toko tersebut secara bergantian dengan istrinya dan beberapa orang lain sebelum insiden terjadi.

"Tapi tinggalnya pun enggak di sini. Tinggalnya di Tanjung Priok," kata dia.

Pihak TNI telah berupaya melakukan langkah persuasif dengan mengunjungi kediaman ketua RT untuk menemui korban secara langsung guna menjalin silaturahmi.

"Justru saya nunggu informasi dari si Pak Dedi-nya. Beliau mengatakan 'Nanti tunggu kabar saya Pak RT, kalau saya sudah pulih', " ungkap Bambang.

Upaya pertemuan tersebut dimaksudkan agar komunikasi antar kedua belah pihak dapat berjalan dengan lebih baik setelah situasi mereda.

"Biar kan juga bisa ibaratnya bisa bicara enaklah gitu karena kan selama ini kan kondisinya kan belum pulih 100 persen," tutur dia.

Bambang juga telah menjalin komunikasi dengan pemilik toko kelontong yang menginformasikan bahwa kesepakatan damai secara tertulis telah dibuat oleh pihak-pihak yang terlibat.

"Dia bilang katanya 'udah Pak RT, permasalahan ini semua sudah selesai karena dari unsur aparat semua sudah tanda tangan'," kata Bambang.

Pemilik toko menegaskan bahwa dengan adanya penandatanganan surat tersebut, maka persoalan dianggap tidak lagi menjadi masalah di kemudian hari.

"Sudah perjanjian itu enggak ada masalah gitu," lanjutnya.

Meski demikian, pengawasan dari pihak internal militer tetap dilakukan guna memastikan tidak adanya kesalahpahaman lanjutan di lapangan.

"Cuma hanya pengen memastikan aja gitu, takutnya kan nanti ada salah paham apa gimana gitu kan," tuturnya.

Seorang saksi mata, Maya, menceritakan bahwa lebih dari 10 anggota TNI mendatangi lokasi dan melakukan perusakan setelah adanya adu mulut antara seorang prajurit dengan dua penjaga toko.

"Penjaga toko disuruh keluar, dipukuli. Dia luka-luka di muka, kaki dan badan yang saya lihat," ujar Maya saat dijumpai Kompas.com di rumahnya pada Selasa (5/5/2026) sore.

Maya menduga emosi para prajurit tersulut karena adanya informasi mengenai penusukan yang dialami oleh rekan mereka saat perselisihan berlangsung.

"Terus akhirnya teman-temannya geram, langsung dihancurkan lagi (toko). Katanya sih dengar-dengar ada (penusukan)," kata Maya.

Namun, Maya meragukan informasi penusukan tersebut karena berdasarkan keterangan internal toko, luka yang dialami prajurit berasal dari benda yang dipegangnya sendiri.

"Cuma ternyata saya dengar dari orang dalamnya (pihak toko) enggak ada. Dia kena barang yang dia pegang sendiri, gunting atau apa gitu," imbuh dia.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Kolonel Inf Donny Pramono, memberikan keterangan resmi bahwa insiden tersebut melibatkan seorang prajurit berinisial Sertu AW.

"Dapat kami sampaikan bahwa memang benar telah terjadi insiden keributan antara seorang prajurit TNI AD dengan warga sipil di lokasi tersebut," ujar Donny saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat, Selasa.

Donny menjelaskan bahwa Sertu AW justru menjadi pihak yang mengalami luka fisik serius dalam keributan yang berawal dari transaksi di warung tersebut.

"Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung," kata Donny.

TNI AD menyatakan kasus ini telah diserahkan kepada pihak kepolisian dan otoritas terkait untuk pendalaman fakta lebih lanjut secara menyeluruh.

"Namun demikian, seluruh peristiwa ini saat ini telah ditangani oleh Polres Jakarta Pusat dan juga didalami oleh pihak terkait untuk memastikan fakta secara utuh," tutur Donny.

Toko Adi Jaya yang biasanya beroperasi 24 jam terpantau tutup sejak Senin dengan sisa serpihan kaca dan peralatan toko yang menumpuk di area teras.

"Toko tutup setelah kejadian itu, Senin tutup, hari ini juga," kata Bambang.

Artikel terkait

Rekomendasi