Seorang pengunjung perempuan bernama Liu tewas setelah terjatuh dari wahana ekstrem Waterfall Swing di Maliuyan Adventure Park, Sichuan, Tiongkok pada Minggu, 3 Mei 2026. Insiden maut tersebut menjadi sorotan setelah korban diduga sempat melaporkan masalah pada sabuk pengaman namun tidak mendapatkan respons serius dari petugas operasional.
Dilansir dari Suara, wahana yang menjadi lokasi kecelakaan tersebut berada di ketinggian 168 meter dan dikenal sebagai atraksi ayunan berkecepatan tinggi. Berdasarkan rekaman video yang beredar, korban terjatuh beberapa saat setelah wahana diluncurkan dan dinyatakan meninggal dunia akibat benturan dari ketinggian ekstrem.
Sebelum kecelakaan terjadi, rekaman video menunjukkan korban sempat menyuarakan kekhawatirannya mengenai kondisi alat pengaman yang terpasang di tubuhnya. Teriakan tersebut mengindikasikan adanya celah atau ketidaksempurnaan pada sistem penguncian sabuk sebelum mesin dijalankan.
"Tidak terikat erat," teriak Liu, korban kecelakaan wahana tersebut.
Peringatan dari Liu tersebut diduga tidak ditindaklanjuti secara serius oleh staf yang bertugas di lokasi Maliuyan Adventure Park. Kelalaian prosedur ini memicu kemarahan publik setelah video detik-detik jatuhnya korban tersebar luas di berbagai platform media sosial.
Reaksi keras muncul dari masyarakat internasional dan warganet yang menuntut pertanggungjawaban pihak pengelola taman hiburan atas standarisasi keselamatan mereka. Salah satu komentar yang paling banyak dikutip menekankan bahwa kejadian ini bukanlah sebuah kebetulan semata melainkan kelalaian manusia.
"Ini bukan nasib buruk. Ini adalah kelalaian yang dapat dicegah," tulis pengguna akun @aricchen.
Hingga saat ini, insiden tersebut memicu gelombang belasungkawa bagi keluarga korban sekaligus desakan agar audit keselamatan dilakukan secara menyeluruh terhadap wahana ekstrem serupa. Otoritas setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kronologi dan kegagalan prosedur di lapangan.