Petugas Menimbang Koper Jemaah Haji Kloter UPG 4 di Makkah

Petugas Menimbang Koper Jemaah Haji Kloter UPG 4 di Makkah

Petugas mulai menimbang koper bagasi jemaah haji Indonesia Kelompok Terbang (Kloter) UPG 4 asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, di Hotel Manar Al Bait, Makkah, pada Senin (1/6/2026) menjelang kepulangan ke Tanah Air. Penimbangan tersebut dilakukan guna memastikan berat barang bawaan mematuhi ketentuan maskapai penerbangan.

Pengukuran berat bagasi ini dilangsungkan dua hari sebelum jadwal penerbangan para jemaah melalui Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah pada Rabu (3/6/2026) dini hari. Langkah antisipasi tersebut diambil demi mempercepat dan melancarkan seluruh proses keberangkatan di bandara, seperti dilansir dari Detikcom.

Sosialisasi mengenai regulasi barang bawaan jemaah telah disebarkan oleh pihak otoritas melalui ketua kloter serta pemasangan spanduk maklumat di berbagai penginapan. Pihak maskapai menetapkan batas maksimal berat untuk koper bagasi sebesar 32 kilogram dan koper kabin paling banyak 7 kilogram.

Aviation Security Garuda Indonesia, Norman Fajar, menegaskan bahwa penimbangan ini juga bertujuan menyaring barang-barang berbahaya yang dilarang dalam penerbangan, seperti aerosol, korek api, hingga senjata mainan. Larangan keras yang paling ditekankan adalah penyelundupan air zamzam ke dalam bagasi pesawat.

"Dilarang sama sekali ada air zamzam di koper," kata Norman Fajar, Aviation Security Garuda Indonesia.

Petugas akan meminta jemaah mengeluarkan sebagian isi muatan secara mandiri apabila ditemukan koper yang melebihi batas berat yang telah ditentukan. Kebijakan ini diberlakukan demi menjaga standar keselamatan, keamanan, dan kenyamanan operasional penerbangan.

"Ketika (beratnya) memang lebih dari 32 kg, maka kami minta jemaah untuk mengurangi terlebih dahulu. Jadi tidak ada proses pembayaran apa pun pada saat penimbangan," kata Norman Fajar, Aviation Security Garuda Indonesia.

Jemaah haji juga diimbau untuk tidak mempergunakan tali rafia sebagai pengikat luar koper karena berpotensi mempersulit proses pemindaian mesin pemeriksa keamanan bandara. Petugas hanya memberikan toleransi penggunaan lakban khusus untuk koper yang mengalami kerusakan fisik.

"Jadi mohon perhatian untuk bisa mengikuti aturannya," kata Norman Fajar, Aviation Security Garuda Indonesia.

Pihak maskapai menyarankan jemaah untuk mempersiapkan dan memilah barang bawaan mereka dengan cermat sejak dini. Hal tersebut diperlukan agar fase pemulangan bertahap jemaah haji Indonesia ke Tanah Air tidak mengalami hambatan teknis.

"Tapi bukan berarti semua koper bisa dilakban," kata Norman Fajar, Aviation Security Garuda Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi